HARI KEDUA PENGIMBASAN SEKOLAH LITERASI NASIONAL: MTsN 4 SIDOARJO BAKAR SEMANGAT SANTRI DARUL ULUM TLASIH MENJADI PENULIS

Click to share!

HARI KEDUA PENGIMBASAN SEKOLAH LITERASI NASIONAL: MTsN 4 SIDOARJO BAKAR SEMANGAT SANTRI DARUL ULUM TLASIH MENJADI PENULIS

SIDOARJO (10 Juni 2026) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sidoarjo terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyebarluaskan virus literasi ke berbagai penjuru daerah. Memasuki hari kedua rangkaian program Pengimbasan Sekolah Literasi Nasional, tim literasi dari MTsN 4 Sidoarjo menggelar pelatihan dan pembinaan intensif di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang berlangsung edukatif dan interaktif ini diikuti oleh puluhan siswa yang terdiri dari kelas 8 MTs Darul Ulum serta kelas 11 MA Darul Ulum Tlasih. Sejak pagi, aula pertemuan pesantren dipenuhi oleh energi positif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Seluruh siswa, yang notabene merupakan santri mukim di pondok pesantren tersebut, tampak sangat bersemangat menyerap materi yang disampaikan.

Bagi para santri, kehadiran program ini laksana jembatan emas untuk membuka cakrawala baru di luar dinding pembatas pesantren. Mereka diajarkan mulai dari teknik dasar menulis kreatif, cara menuangkan ide menjadi sebuah artikel menarik, hingga pengelolaan mading dan jurnalistik madrasah yang modern.

“Kami sangat senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan dari MTsN 4 Sidoarjo ini. Lewat pelatihan literasi ini, kami tersadar bahwa status sebagai santri bukanlah batasan untuk berkarya. Cita-cita kami sekarang melompat lebih tinggi; kami tidak hanya ingin menjadi pembaca buku, tetapi kami bertekad kuat untuk menjadi penulis nasional yang karyanya menginspirasi banyak orang,” ungkap salah seorang santri peserta dengan mata berbinar.

Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd., menyampaikan bahwa program pengimbasan ini merupakan amanah penting dari status yang disandang madrasahnya sebagai Sekolah Literasi Nasional. Menurutnya, literasi harus digerakkan bersama agar memberikan dampak yang luas, terutama di lingkungan pesantren yang kaya akan potensi pemikiran.

“Budaya literasi di kalangan santri sebenarnya sudah kuat lewat tradisi mengaji kitab. Kehadiran kami di sini adalah untuk mengonversi dan mengasah potensi tersebut ke dalam bentuk karya tulis populer dan kreatif. Kami ingin mencetak generasi emas yang seimbang antara ilmu agama dan ketajaman pena,” tutur Ibu Islakhah Wahyuni.

Materi yang disampaikan oleh Tim Literasi MTsN 4 Sidoarjo yang dipimpin langsung oleh ketua Tim Literasi Ibu Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, S.Ag, M.Pd adalah tentang “ Langkah-langkah menulis pantun yang benar adalah sebagai berikut”,

1. Pantun terdiri atas 4 baris

2. Setiap baris terdiri atas 4 kata

3. Setiap baris maksimal terdiri atas 12 suku kata

4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran

5. Baris ketiga dan ke empat merupakan isi

6. Pantun harus masuk akal atau bersifat logis

7. Mengikuti rima a b a b

Ibu Puji panggilan akrabnya menjelaskan maksud dan tujuan dari Kegiatan pengimbasan literasi ini salah satunya adalah untuk memberikan inspirasi khususnya dibidang literasi. Dengan gerakan ini diharapkan seluruh peserta mendapatkan motivasi, menambah wawasan, dan memunculkan kembali semangat untuk membaca dan menulis.

Kami berharap terbangun sinergi yang kuat sehingga ke depan akan bermunculan penulis penulis muda yang terlahir dari dua lembaga khususnya dari MTs dan MA Darul Ulum sebagai sekolah imbas literasi MTsN 4 Sidoarjo. Ujar bu puji dalam sambutannya.

Pemberian Buku Karya Siswa dan Penyerahan Sertifikat IGINOS

Untuk memotivasi para santri agar segera menyusul jejak menjadi penulis, acara ini juga diwarnai dengan momen spesial. Tim MTsN 4 Sidoarjo secara khusus membagikan buku-buku hasil karya siswa MTsN 4 Sidoarjo yang sudah diterbitkan secara nasional. Buku-buku inspiratif tersebut diberikan langsung sebagai apresiasi kepada 3 siswa terbaik dari MTs Darul Ulum dan 3 siswa terbaik dari MA Darul Ulum Tlasih yang menunjukkan keaktifan luar biasa selama pelatihan. Pemberian buku ini diharapkan menjadi contoh nyata (role model) bahwa anak usia madrasah pun sudah mampu menelurkan karya-karya hebat.

Sebagai bentuk apresiasi, legalitas, serta komitmen keberlanjutan program, acara diakhiri dengan prosesi penyerahan penghargaan yang khidmat. Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd., menyerahkan secara langsung Sertifikat Resmi dari IGINOS (Ikatan Guru Inovator dan Penggerak Literasi Nasional) kepada Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Tlasih, Ibu Faqihatul Ulyah,M.Pd serta Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum Tlasih Ibu Lilik Anggraeni, S.Pd. Karena kegiatan ini merupakan program yang digagas oleh IGINOS (Ikatan Guru Inovator dan Penggerak Literasi Nasional)

Sertifikat tersebut menjadi simbol bahwa MA dan MTs Darul Ulum Tlasih kini telah resmi menjadi bagian dari jaringan madrasah yang siap bergerak aktif mengembangkan literasi nasional. Melalui program pengimbasan ini, MTsN 4 Sidoarjo sukses membuktikan bahwa prestasi dan status sebagai Sekolah Literasi Nasional tidak hanya menjadi kebanggaan internal, melainkan mampu menjadi motor penggerak transformasi positif bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya. (farah_ame)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *