Sidoarjo – Suasana Aula Mini MIN 1 Sidoarjo tampak berbeda dari biasanya pada tanggal 24–25 Juni 2026. Alih-alih tegang dan penuh dengan tumpukan kertas teori, ruang pertemuan tersebut justru dipenuhi gelak tawa yang membahana dari para guru. Pada ahri ketiga dan keempat, madrasah tersayang ini sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendalaman Ilmu Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dengan konsep yang sangat segar dan jauh dari kata membosankan.
Istilah deep learning sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga para pendidik MIN 1 Sidoarjo. Namun, dalam bimtek kali ini, materi yang biasanya terkesan berat berhasil dikemas ulang dengan bahasa yang super menarik dan pendekatan yang interaktif.

Rahasia di balik hidupnya suasana bimtek ini tidak lepas dari kehadiran narasumber hebat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Fithriyah Mulyasari, M.Pd. Pengalaman beliau yang sudah malang melintang di dunia pendidikan Kabupaten Sidoarjo benar-benar tidak diragukan lagi. Hebatnya, Ibu Fithriyah tidak membiarkan para guru duduk manis mendengarkan ceramah teori yang monoton. “Pembelajaran mendalam itu esensinya adalah bagaimana mengajarkan anak untuk belajar secara bermakna,” ujar Ibu Fithriyah di sela-sela kegiatannya.
Sepanjang bimtek, beliau langsung menantang para peserta untuk mempraktikkan konsep deep learning melalui berbagai game edukatif yang seru. Alhasil, para guru yang biasanya mengajar, kini berganti peran menjadi “siswa” yang aktif bergerak, berdiskusi, dan berkompetisi sehat sambil sesekali terbahak-bahak karena keseruan game yang disajikan.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam bimtek ini adalah mengajak siswa belajar secara nyata (contextual learning). Sebagai contoh nyata dalam praktik deep learning, Ibu Fithriyah mencontohkan pembelajaran materi teks prosedur. Bukannya meminta siswa menghafal struktur teks di dalam kelas, guru diajak untuk mengarahkan siswa mengamati langsung berbagai aktivitas di lingkungan madrasah.
Dengan mengamati kegiatan riil seperti proses pemilahan sampah, cara kerja pembuatan kompos, atau aktivitas di kantin siswa dapat menyusun teks prosedur berdasarkan pengalaman langsung yang mereka lihat dan rasakan. Konsep inilah yang membuat ilmu yang diserap siswa menjadi lebih membekas dan bermakna. Melalui bimtek yang penuh tawa dan ilmu ini, para guru MIN 1 Sidoarjo kini siap membawa energi positif dan metode deep learning yang menyenangkan ini ke dalam kelas-kelas mereka. Pembelajaran di tahun ajaran baru dipastikan akan jauh lebih hidup, bermakna, dan tentunya dirindukan oleh seluruh peserta didik. (zd)