Bongkar Stigma Inklusi, MIN 1 Sidoarjo Siap Hadirkan Kelas Bahagia dan Madrasah Ramah Anak

Click to share!

Sidoarjo – Langkah besar tengah dipersiapkan oleh MIN 1 Sidoarjo untuk meroketkan kualitas pendidikannya. Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada Senin dan Selasa (22–23 Juni 2026), seluruh jajaran guru MIN 1 Sidoarjo mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang fokus pada pembangunan Madrasah Ramah Anak (MRA) melalui implementasi pendidikan inklusif. Bimtek kali ini terasa sangat spesial dan jauh dari kesan membosankan. Madrasah menghadirkan narasumber ahli yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berparas ayu, berpenampilan menarik, energik, dan menyenangkan. Beliau adalah Intan Larasati, S.Pd., M.Psi., seorang psikolog andal dari Lembaga Psikologi ADITAMA Surabaya.

Pembahasan dalam bimtek ini dinilai sebagai salah satu pilar utama demi mewujudkan MIN 1 Sidoarjo sebagai madrasah ramah anak yang sesungguhnya. Para guru diberikan pemantapan ilmu yang mendalam mengenai psikologi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ada satu pesan mendalam dan menggelitik dari Bu Intan yang langsung membekas di hati para peserta mengenai esensi sekolah ramah anak. “Sekolah ramah anak itu adalah ketika anak merasa nyaman di dalam kelas. Dan kenyamanan itu diawali dari ‘kewarasan’ bapak ibu guru sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas,” ujar Bu Intan disambut senyum setuju dari para guru.

Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya kesiapan mental, kestabilan emosi, dan kebahagiaan seorang guru sebelum mereka mulai mentransfer ilmu kepada para muridnya. Bukan sekadar teori, dalam bimtek dua hari ini Bu Intan juga memberikan simulasi, stimulasi, serta teknis pendampingan langsung untuk anak-anak inklusi. Dengan gaya penyampaiannya yang interaktif, psikolog yang handal ini berhasil mendobrak stigma dan kekhawatiran yang selama ini sering dirasakan oleh tenaga pendidik.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, para guru diajarkan cara mengenali potensi ABK, memahami hambatan mereka, hingga menerapkan strategi belajar yang tepat tanpa membuat guru merasa terbebani. Hasilnya, perspektif para guru pun berubah: mengajar anak inklusi ternyata bisa menjadi pengalaman yang indah dan tidak semenakutkan yang dibayangkan sebelumnya.

Usai mendapatkan siraman ilmu dan praktik langsung dari narasumber Lembaga ADITAMA, atmosfer optimisme langsung menyelimuti MIN 1 Sidoarjo. Seluruh guru menyatakan diri siap dan kompak untuk mengawali pembelajaran di tahun ajaran baru dengan mengedepankan prinsip sekolah ramah anak. Dengan bekal pemahaman inklusi yang matang, MIN 1 Sidoarjo kini siap membuka pintu lebar-lebar bagi keanekaragaman potensi siswa, memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang. (zd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *