Sidoarjo — Pelaksanaan Apel Senin pagi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo berlangsung khidmat dengan Pokja Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Taufiq Churrahman, bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya implementasi kebijakan pendidikan terbaru, penguatan karakter peserta didik melalui Lima Dimensi Cinta, serta membangun budaya kerja tim yang dilandasi profesionalisme dan nilai spiritual.
Mengawali amanatnya, Taufiq menyampaikan bahwa saat ini sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momentum tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

“Pengawas PAI terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada guru-guru PAI agar momentum MPLS tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyampaikan nilai-nilai Lima Dimensi Cinta yang menjadi penguatan karakter dari Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Lima Dimensi Cinta menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta kecintaan kepada bangsa, sesama manusia, lingkungan, dan Allah SWT.
Selain itu, Taufiq juga mengingatkan para ASN mengenai perubahan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Islam yang mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2022. Menurutnya, pembelajaran PAI saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi lebih menitikberatkan pada pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan penguatan karakter melalui Lima Dimensi Cinta.
“Karena adanya perubahan capaian pembelajaran tersebut, kami telah melaksanakan sosialisasi kepada seluruh GPAI yang berada dalam pembinaan pengawas PAI agar mampu mengimplementasikan kebijakan ini dengan baik di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufiq mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam bekerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

“Kementerian Agama adalah sebuah lembaga. Keberhasilan lembaga bukanlah keberhasilan individu, melainkan hasil kerja bersama. Ketika kita berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawab, maka keberhasilan itu adalah keberhasilan seluruh tim,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip kandungan Surah Thaha ayat 42 sebagai inspirasi dalam membangun budaya kerja yang efektif dan bernilai ibadah. Ia menyampaikan lima kunci sukses yang dapat menjadi pedoman seluruh ASN dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Kunci pertama adalah “Idhab” (Pergilah atau bergerak), atau yang dimaknai sebagai “Movement”, ajakan untuk proaktif, tidak menunggu, serta berani mengambil langkah dalam menyelesaikan tugas.
Kedua adalah “Wa Akhuuka” atau yang dimaknai sebagai “Teamwork”, semangat persatuan dan kebersamaan, karena keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid antarseluruh anggota tim.
Ketiga adalah “Bi Aayaatii” atau yang dimaknai sebagai “Competency”, yakni kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme. Menurutnya, setiap pekerjaan akan berjalan optimal apabila didukung oleh SDM yang memiliki kapasitas sesuai bidangnya.
“Pekerjaan tidak mungkin terlaksana tanpa kompetensi. Oleh karena itu kita harus terus belajar, meningkatkan pengetahuan, kemampuan menulis, wawasan, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan terbaik,” pesannya.
Keempat adalah ‘Walaa Taniyaa’ atau yang dimaknai sebagai “Hardwork”, sebagai larangan untuk lengah dan bermalas-malasan. Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan selalu lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan.
“Tidak mungkin Kementerian Agama mampu mencapai berbagai prestasi tanpa kerja keras seluruh pegawainya. Karena itu jangan pernah lengah dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Sementara kunci kelima adalah ‘Fii Dzikrii’, atau yang dimaknai sebagai “Spirituality” yakni menghubungkan setiap aktivitas pekerjaan dengan nilai-nilai spiritual dan pengabdian kepada Allah SWT.
“Jangan sampai pekerjaan hanya dipandang sebagai rutinitas administrasi. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah. Ketika pekerjaan dilandasi niat yang baik, insya Allah hasilnya menjadi amal saleh dan mendapat ridha Allah SWT,” tuturnya.
Ia berharap lima prinsip tersebut dapat menjadi budaya kerja seluruh ASN Kementerian Agama sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, berkualitas, sekaligus bernilai ibadah.

Pada apel Senin pagi tersebut juga dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026 kepada sembilan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.
Adapun sembilan penerima SK kenaikan pangkat tersebut adalah:
- Aunillah, S.Pd., Mm., M.Sc (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo).
- Tutik Misbachah, S.Pd. (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo).
- Rosalia Murtini, S.Ag. (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo).
- Sri Eko Wahyuningdiyati, S.Pd. (MTsN 3 Sidoarjo).
- Hidayatulloh, S.Ag. (MAN Sidoarjo).
- Erni Nurhayati, S.Pd.I. (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo).
- Dra. Khusnul Khotimah, MM. (MTsN 1 Sidoarjo).
- Titah Rawati, S.Pd. (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo).
- Syaiful Naqsya Bandidy, S.Ag. (MTsN 2 Sidoarjo).
Penyerahan SK tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para ASN sekaligus diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai nilai-nilai Kementerian Agama.