Sidoarjo – Suasana ceria dan gemuruh tawa memecah keheningan di lingkungan MIN 1 Sidoarjo pada hari Selasa (14/07). Ratusan siswa baru tampak membaur tanpa jarak dengan kakak-kakak kelas mereka dalam kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’ruf Murid Baru Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027. Dikemas dengan konsep yang sangat menarik dan seru, kegiatan ini menjadi panggung nyata penerapan nilai edukasi moderasi beragama, pendidikan inklusi, dan madrasah ramah anak.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) MIN 1 Sidoarjo bersama Agen Moderasi Beragama ini berhasil menghapus sekat-sekat kecanggungan yang biasanya menyelimuti murid baru. Tidak ada batasan usia maupun tingkatan kelas; semua menyatu dalam ekosistem pendidikan yang hangat dan inklusif.
Ketegangan menghadapi lingkungan baru seketika mencair saat para Agen Moderasi Beragama yang merupakan perwakilan siswa kelas atas menyambut adik-adik kelas mereka dengan pelukan hangat dan senyuman lebar. Murid baru sama sekali tidak merasa canggung untuk langsung bermain, berdiskusi, dan hanyut dalam keseruan acara bersama kakak kelas mereka.
Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas konsep kegiatan yang luar biasa ini. Beliau menekankan bahwa atmosfer seperti inilah yang harus terus dirawat di lingkungan madrasah. “Inilah esensi sejati dari madrasah ramah anak dan moderasi beragama yang kita tanamkan sejak dini. Kita ingin menciptakan lingkungan di mana yang tua saling menyayangi yang muda, dan yang muda senantiasa menghormati yang tua. Ketika rasa saling asih dan asah ini sudah tumbuh, maka pendidikan inklusi yang ramah untuk semua anak akan terwujud dengan sendirinya,” ujar Utami.

Puncak keseruan MATAMUDA kali ini ditandai dengan beragam games interaktif tentang pohon kebaikan dan pohon karakter yang dirancang khusus untuk melatih kerja sama, toleransi, dan rasa saling menghargai. Setiap kelompok, yang terdiri dari kombinasi murid baru dan Agen Moderasi Beragama, harus bahu-membahu menyelesaikan tantangan seru.

Tidak hanya itu, suasana makin membara saat setiap kelompok menampilkan yel-yel kreatif mereka. Dengan lirik-lirik yang menggelitik namun sarat akan pesan perdamaian, inklusivitas, dan semangat belajar, penampilan yel-yel ini sukses memancing tepuk tangan riuh dari seluruh peserta dan pengurus DWP MIN 1 Sidoarjo yang hadir memantau jalannya acara.
Melalui kolaborasi apik antara DWP MIN 1 Sidoarjo dan Agen Moderasi Beragama ini, MATAMUDA 2026/2027 bukan lagi sekadar ritual orientasi sekolah biasa. Ia telah menjelma menjadi fondasi awal untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter inklusif, menghargai perbedaan, dan siap menebarkan kedamaian. (zd)