
Sidoarjo – Sabtu (4/9/2026) menjadi hari yang membanggakan bagi keluarga besar MTs Negeri 4 Sidoarjo. Sepuluh guru dan kepala madrasah menerima E-Sertifikat dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) sebagai penulis Kitab Pantun Majelis, sebuah karya kolaboratif yang berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai buku dengan jumlah penulis terbanyak, yakni 1.500 penulis dari lima negara ASEAN.
Kelima negara yang tergabung dalam proyek penulisan lintas bangsa ini adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam. Proses penulisan buku ini tidaklah singkat. Selama hampir delapan bulan, para penulis dipandu secara intensif hingga akhirnya karya tersebut terbit resmi dan mengantongi ISBN.


Dari MTsN 4 Sidoarjo, sepuluh nama tercatat sebagai penulis dalam Kitab Pantun Majelis ASEAN, yang kuratorasinya ditangani oleh Nur Sjamsuarini Pudji Astutik. Kesepuluh penulis tersebut adalah:
- Islakhah Wahyuni (Kepala MTsN 4 Sidoarjo)
- Nur Sjamsuarini Pudji Astutik (Guru)
- Nur Hidayati (Guru)
- Kasriatin (Guru)
- Siti Solichah (Guru)
- Kholipah (Guru)
- Samhah (Guru)
- Aisatul Mufarrohah (Guru)
- Ainun Rosyidah (Guru)
- Faridah Ulfah (Guru)
Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, yang berperan sebagai kurator sekaligus salah satu penulis, menegaskan bahwa hasil yang diraih hari ini adalah buah dari proses panjang yang telah dijalani dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, slogan “hasil tak akan membohongi sebuah proses” bukan sekadar slogan, melainkan telah benar-benar dibuktikan oleh para penulis Kitab Pantun Majelis ASEAN.
“Melalui berlatih membaca kita akan mengenal dunia, dan melalui berlatih menulis semoga kita akan dikenal dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menulis pada dasarnya adalah upaya untuk mengembangkan peradaban. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus bersemangat menulis. Ia menyebutkan bahwa syarat menulis sesungguhnya hanya ada tiga, yaitu menulis, menulis, dan menulis. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa guru-guru MTsN 4 Sidoarjo tidak hanya berperan sebagai pendidik di kelas, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusi dalam dunia literasi hingga ke tingkat regional ASEAN. Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi para guru dan siswa lainnya untuk terus mengembangkan minat menulis sebagai bagian dari upaya memajukan literasi dan peradaban. (farah_ame)