Pemantauan Program MBG di MAN Sidoarjo oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI

Click to share!

Sidoarjo – Pelaksanaan Program Dukungan Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN Sidoarjo mendapatkan atensi khusus hari ini, Selasa (15/09/2026). Melalui surat yang dikeluarkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo kegiatan Pemantauan Program Dukungan MBG dilaksanakan oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, yang berjumlah 2 orang.

Pelaksanaan pemantauan dimulai pukul 09.30 WIB di lapangan dome madrasah, yang digunakan sebagai lokasi pendistribusian MBG di MAN Sidoarjo. Tim Inspektorat Jenderal didampingi oleh Pengawas MAN Sidoarjo, Imam Sa’duddin, M.Pd., dan Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan, Lilik Widyawati, S.Pd. memulai pemantauan dengan menyaksikan ompreng MBG yang diturunkan dari mobil milik SPPG Siwalan Panji Buduran. Setelah seluruh ompreng berada di lapangan, Tim bersama Pengawas dan Waka kesiswaan mengecek 1 ompreng uji coba. Pada ompreng uji coba tertempel label makanan berwarna biru tertulis menu makanan, kandungan gizi, tanggal produksi, jam konsumsi, peringatan, dan himbauan.

Hari ini, menu yang tersedia adalah nasi putih, telur saus asam manis, tahu lada garam, tumis wortel labu siam, dan apel fuji. Menu ini bisa dikonsumsi maksimal pukul 13.00 WIB pada hari yang sama. Selain itu, kandungan gizi yang tertulis, diantaranya energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Setelah memastikan menu pada ompreng sesuai dengan label makanan, maka Waka Kesiswaan mencoba makanan tersebut dengan membawa lembar penilaian makanan yang diberikan SPPG. Lembar penilaian tersebut berisi kelayakan rasa, warna, dan bentuk makanan.

Candra Nur Udin dan Sofyan Ali, anggota tim Inspektorat Jenderal yang memantau hari ini menuturkan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia ingin memastikan program dukungan MBG untuk madrasah, khususnya di wilayah Sidoarjo, berjalan dengan laik. Indikator-indikator yang telah ditentukan harus dilaksanakan dengan lancar, baik dari pihak SPPG maupun pihak madrasah.

“Kami datang ke MAN Sidoarjo ini untuk mengecek apakah program MBG berjalan dengan lancar, kami akan mengomplikasi data-data dan kendala-kendala yang terlaksana untuk dijadikan bahan evaluasi di tingkat pusat.” Ucap Candra Nur Udin. Data-data dan kendala-kendala yang dimaksud adalah berupa pemantauan langsung dan dokumentasi resmi. Menurut Chandra, madrasah yang dipantau bukan hanya MAN Sidoarjo, melainkan 6 madrasah lain, baik negeri maupun swasta di lingkungan Kabupaten Sidoarjo.

Pengawas MAN Sidoarjo, Imam Sa’duddin, M.Pd., turut memberikan pendapat, menurutnya kegiatan pemantauan ini penting untuk memberikan evaluasi atas program MBG yang sudah terlaksana. Nantinya hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan langkah-langkah selanjutnya yang harus dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo terhadap madrasah-madrasah penerima program MBG.

Tim Koordinator Pendistribusian MBG MAN Sidoarjo yang dipimpin oleh Afrian Basuki, S.Or., melanjutkan kegiatan dengan membagi ompreng-ompreng berdasarkan jumlah murid di kelas. Setelahnya, perwakilan kelas mengambil ompreng-ompreng untuk dibawa ke kelas dan dibagikan kepada seluruh murid. Setengah jam berlalu, ompreng-ompreng harus sudah dikembalikan ke lapangan dome dengan jumlah yang sesuai. Pukul 12.50 WIB, mobil SPPG datang untuk mengambil kembali ompreng-ompreng MBG.

Kegiatan pemantauan dilakukan sampai dengan pukul 13.00 WIB bersamaan saat mobil SPPG meninggalkan madrasah.

(JURNALISTIK EL-MANZIL)
Fotografer:
Haydar, Arjuna, Royyan
Reporter: Aini & Farisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *