Prambon, Sidoarjo – Dalam rangka memperkuat kompetensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), para pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Prambon melaksanakan kegiatan belajar bersama melalui kajian Kitab Fathul Qarib. Kegiatan ini berlangsung secara rutin setiap hari Senin setelah apel pagi, dengan metode pengkajian, diskusi, dan membaca kitab secara bergantian.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan kerja. Para pegawai tidak hanya menyimak penjelasan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam membaca teks kitab secara bergantian, memahami kandungannya, serta mendiskusikan berbagai pembahasan fikih yang dipelajari. Melalui metode ini, proses belajar diharapkan menjadi lebih interaktif, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab sekaligus memperdalam pemahaman terhadap materi yang dikaji.
Kitab Fathul Qarib merupakan salah satu kitab fikih yang populer di kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Kitab karya Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazzi ini membahas berbagai ketentuan hukum Islam yang menjadi dasar dalam memahami dan menjalankan ajaran agama. Pengkajian kitab ini diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman para pegawai sekaligus memperkuat landasan keilmuan dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Kepala KUA Prambon, Miftakhul Huda, menyampaikan bahwa kegiatan belajar bersama ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pegawai. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya dilakukan melalui pendidikan formal maupun pelatihan kedinasan, tetapi juga perlu didukung dengan kegiatan belajar secara rutin dan berkesinambungan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Kami ingin membangun kebiasaan belajar bersama, memperdalam pemahaman ilmu agama, serta menjaga semangat untuk terus belajar. Dengan membaca kitab secara bergantian, setiap pegawai dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan saling berbagi pemahaman,” ungkap Miftakhul Huda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga memiliki nilai spiritual. Pengkajian Kitab Fathul Qarib menjadi salah satu bentuk ngalab berkah, yakni mengharap keberkahan ilmu melalui karya-karya para ulama terdahulu yang telah diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tradisi mengaji kitab diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, menghormati jasa para ulama, serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas setelah apel pagi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter pegawai yang senantiasa terbuka terhadap ilmu dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri.
Pelaksanaan kegiatan setelah apel pagi juga menjadi langkah positif dalam memanfaatkan waktu secara produktif. Sebelum memulai pelayanan kepada masyarakat, para pegawai memperoleh kesempatan untuk belajar, membaca kitab secara bergantian, berdiskusi, dan memperdalam pemahaman keagamaan bersama-sama.
Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang menjunjung tinggi budaya belajar, kedisiplinan, profesionalitas, dan nilai-nilai spiritual. Peningkatan kompetensi keilmuan diharapkan berjalan seiring dengan penguatan integritas dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Kegiatan kajian Kitab Fathul Qarib ini menjadi wujud komitmen KUA Prambon dalam membangun SDM yang berilmu, profesional, dan berintegritas. Dengan memadukan proses pengkajian, membaca kitab secara bergantian, diskusi, serta semangat ngalab berkah dari para ulama terdahulu, diharapkan para pegawai semakin termotivasi untuk terus belajar dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas kepada masyarak