SIDOARJO — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sidoarjo terus berkomitmen mengawal tumbuh kembang dan kesejahteraan peserta didiknya. Sebagai wujud nyata, madrasah yang akrab disapa Masanida ini kembali menggelar agenda tahunan pemeriksaan kesehatan komprehensif pada Senin (12/10). Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap satu tahun sekali pada bulan Oktober ini merupakan hasil kerja sama yang sinergis dengan Puskesmas Kecamatan Krian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difokuskan bagi seluruh siswa kelas 7. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan Hemoglobin (HB) dan Gula Darah Acak (GDA) yang difasilitasi langsung oleh 6 (enam) orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Krian. Pemeriksaan fisik ini menjadi langkah deteksi dini yang esensial guna memastikan para siswa berada dalam kondisi prima sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan optimal.
Selain berfokus pada kesehatan jasmani, program ini juga menitikberatkan pada pentingnya kesehatan mental remaja. Hal ini diwujudkan melalui Skrining Jiwa dan sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) yang dipandu oleh Sriatun, Amd.Kep. P3LP merupakan sebuah keterampilan dasar untuk memberikan dukungan emosional bagi siswa yang sedang mengalami tekanan psikologis, stres akademik, maupun gejala awal kecemasan dan depresi.
Dengan melibatkan perwakilan ketua dan wakil ketua kelas dari jenjang kelas 7, 8, dan 9 sebagai peserta, madrasah membekali para siswa pengurus kelas ini untuk menjadi “konselor sebaya” (peer counselor). Mereka diharapkan memiliki kepekaan dan empati tinggi untuk mendengarkan serta memberikan dukungan awal bagi teman-teman di kelasnya yang sedang menghadapi masalah.

Pada kesempatan yang sama, turut digelar sosialisasi pencegahan bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang disampaikan oleh Ahmad Febrianto, Amd.Kep. Di tengah maraknya ancaman pergaulan bebas yang menyasar usia remaja, edukasi ini menjadi benteng pertahanan yang krusial. Para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak destruktif NAPZA bagi fungsi otak, masa depan, serta bagaimana membangun sikap asertif (berani menolak) terhadap tawaran negatif. Kehadiran pengurus kelas dalam sesi ini diproyeksikan agar mereka mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang mengkampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan sebayanya.
Guna menyempurnakan aspek kesehatan secara holistik, tim Puskesmas Krian bersama pihak madrasah juga melakukan supervisi kelayakan kantin sekolah. Sidak kantin ini dilakukan guna memastikan seluruh jajanan yang dikonsumsi oleh siswa higienis, aman dari bahan tambahan berbahaya, dan memenuhi standar gizi yang baik.
Melalui sinergi tahunan dengan Puskesmas Kecamatan Krian ini, MTsN 2 Sidoarjo optimis dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan suportif. Dengan keseimbangan sehat jiwa dan raga, Masanida siap mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berprestasi, dan berakhlak mulia.