Sidoarjo – Semarak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MTsN 2 Sidoarjo tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara bendera pada Kamis (22/10/2026). Usai mengikuti upacara di lapangan utama madrasah, para siswa melanjutkan kegiatan dengan mengikuti berbagai perlombaan yang mengasah kemampuan, kreativitas, serta keberanian untuk tampil di depan umum.
Mengusung semangat Hari Santri, kegiatan ini menghadirkan sejumlah cabang lomba, di antaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kaligrafi, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, singer, merangkai 1.000 hijab santri, serta membuat dan memeragakan maskot kelas bertema pondok pesantren. Berbagai perlombaan tersebut diikuti siswa dengan penuh antusias sebagai wadah untuk menunjukkan bakat dan potensi masing-masing.
Pak Amar Muzaky selaku Humas sekaligus Ketua Panitia Hari Santri MTsN 2 Sidoarjo menjelaskan bahwa perlombaan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan Hari Santri, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan peserta untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) pada akhir Desember 2026.Menurut Pak Amar, partisipasi siswa dalam perlombaan sudah menjadi hal yang positif. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan ide, mengasah kemampuan, serta melatih kepercayaan diri ketika tampil di hadapan orang banyak.“Anak-anak berpartisipasi saja sudah bagus untuk mengembangkan ide dan berani tampil di depan umum,” ungkap Pak Amar Muzaky.

Berdasarkan hasil penilaian yang disampaikan oleh Bu Rodhiallah Mertiarti, S.Pd, sejumlah siswa berhasil meraih prestasi dalam berbagai cabang lomba.Pada cabang pidato bahasa Inggris, juara putra kelas VIII diraih Erdiansyah Putra Pratama dari kelas 8A, sedangkan juara putri diraih Sayyidah Khadijah N. dari kelas 8A. Untuk kelas VII, juara putra diraih M. Naufal Azzam dari kelas 7A dan juara putri diraih Kayana dari kelas 7A.
Pada cabang pidato bahasa Arab, juara putra kelas VIII diraih Akhdan Hafizh dari kelas 8C dan juara putri diraih Zaneta Zivana dari kelas 8B. Pada kelas VII, Royyan Adzka A. dari kelas 7A meraih juara putra, sedangkan Nathania Verni Z. dari kelas 7C meraih juara putri.Di cabang pidato bahasa Indonesia, Muhammad Azam Wahyu dari kelas 8I dan Ayana Bintang Keyla dari kelas 8A menjadi juara putra dan putri kelas VIII. Adapun dari kelas VII, juara putra diraih Muhammad Reyhan Putra dari kelas 7G, sedangkan juara putri diraih Kanza Aqilah Azzahrah dari kelas 7F.
Pada lomba singer, kategori putra diikuti Alwan dari kelas 9G, Fauzan Artha dari kelas 8B, dan Zayyan Faiq Herdiansyah dari kelas 7J. Sementara itu, kategori putri diikuti Marsya dari kelas 9I, Nabila Annisa dari kelas 8C, dan Mikhaela Affriza Putri dari kelas 7F.Cabang kaligrafi juga menampilkan karya-karya kreatif siswa. Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia, para pemenangnya adalah: Kelas VII putra: Briliansyah (7A). Kelas VII putri: Salsabila (7H). Kelas VIII putra: Prabu (8D). Kelas VIII putri: Talita (8G). Kelas IX putra: Fahmi (9I). Kelas IX putri: Mozaika (9C).Kreativitas siswa juga terlihat dalam lomba pembuatan dan peragaan maskot kelas bertema pondok pesantren. Maskot terbaik diraih kelas 7C untuk jenjang kelas VII, kelas 8A untuk jenjang kelas VIII, dan kelas 9I untuk jenjang kelas IX.

Dengan memanfaatkan kardus bekas dan menghiasnya sesuai kreativitas masing-masing, para siswa menunjukkan bahwa barang sederhana dapat diolah menjadi karya menarik dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan pentingnya kreativitas dan pemanfaatan kembali barang bekas.
Berbagai perlombaan Hari Santri ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berkompetisi secara sehat, menghargai kemampuan teman, dan mengembangkan potensi diri. Tidak hanya berorientasi pada kemenangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta untuk berani mencoba hal baru.Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Sidoarjo berharap semakin banyak siswa yang berani menunjukkan bakatnya dan siap mengembangkan kemampuan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi, termasuk Porseni pada akhir tahun 2026.
Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa generasi santri tidak hanya perlu unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga kreatif, percaya diri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi madrasah, masyarakat, dan bangsa.Catatan: Data pemenang lomba MTQ dan hasil lengkap lomba merangkai 1.000 hijab santri belum tercantum dalam informasi yang diterima sehingga belum dimasukkan ke dalam daftar pemenang.