Sidoarjo – MTsN 2 Sidoarjo menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, kedisiplinan, dan kepemimpinan di kalangan peserta didik. Upacara juga dirangkai dengan pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai wujud regenerasi kepemimpinan di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Drs. Ahmad Hidayat, M.Pd.I, menyampaikan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 27–28 Oktober 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari rangkaian peristiwa sejarah yang menyulut semangat perjuangan, termasuk jasa besar para pemuda.
“Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi salah satu api yang menyulut semangat bangsa untuk merdeka. Ketika para pemuda menyatakan sikap dan tekad yang sama, mereka menunjukkan bahwa persatuan merupakan kekuatan besar bagi bangsa,” ungkapnya.Ia mengajak para siswa untuk membuktikan bahwa generasi muda memiliki semangat untuk maju dan berkembang. Pemuda tidak cukup hanya mengenang sejarah, tetapi juga harus mampu meneruskan perjuangan melalui prestasi, kedisiplinan, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Sebagai inspirasi, ia mencontohkan Usamah bin Zaid, seorang tokoh muda dalam sejarah Islam yang dipercaya memimpin pasukan pada usia sekitar 17 tahun. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memikul tanggung jawab dan menunjukkan kemampuan memimpin.Memasuki pukul 07.50 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIM. Susunan kepengurusan dibacakan oleh Rohmad Hariyadi, M.Pd, selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan. Selanjutnya, para pengurus dilantik secara langsung oleh Ahmad Mujahidin, M.Pd. Dalam pesannya, Ahmad Mujahidin menegaskan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri.

Siswa diharapkan mampu menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, disiplin, serta tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan.“Minimal, jadilah pemimpin bagi diri sendiri. Belajarlah bertanggung jawab atas tindakan kalian dan jangan merusak lingkungan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada seluruh pengurus OSIM dalam menjalankan amanah kepemimpinan ini, sehingga kelak mampu menjadi pemimpin masa depan,” pesannya.
Adapun siswa yang dipercaya menjadi ketua OSIM adalah Darka dari kelas VIII A dan Najwa Choiro dari kelas VIII D. Keduanya diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan bagi seluruh peserta didik.Dalam kesempatan tersebut, kedisiplinan juga menjadi perhatian penting. Pengalaman dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) hendaknya menjadi bekal nyata dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan mengikuti LDKS tidak hanya diukur dari keikutsertaan dalam kegiatan, tetapi juga dari perubahan sikap setelahnya.
Siswa yang telah mendapatkan pembinaan kepemimpinan diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan, termasuk ketika mengikuti upacara, menaati aturan, dan melaksanakan tugas tanpa harus terus-menerus diingatkan. Kedisiplinan merupakan salah satu ciri utama seorang pemimpin yang bertanggung jawab.
Upacara berlangsung dengan petugas dari kalangan siswa. Sabrina Ulayya dari kelas IX C bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan Ubaidillah Abrar Bachtiar dari kelas IX D bertugas sebagai pemimpin upacara. Petugas pembawa bendera terdiri atas Dewi Condro dari kelas IX D, Ganjar dari kelas IX G, dan Dio dari kelas IX B.Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda dan pelantikan pengurus OSIM ini, MTsN 2 Sidoarjo berharap para siswa semakin memahami makna persatuan, berani mengembangkan potensi diri, serta memiliki karakter disiplin dan bertanggung jawab. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun madrasah, masyarakat, dan bangsa Indonesia.