Sidoarjo – Halaman MIN 1 Sidoarjo berubah menjadi lautan busa putih dan senyum ceria pada hari Rabu (5/8). Ratusan siswa kelas I hingga III berkumpul membawa sikat dan pasta gigi kesayangan mereka dari rumah. Bukan sekadar rutinitas pagi, aksi sikat gigi bersama yang digelar berkat kolaborasi dengan Puskesmas Buduran ini menjadi benteng pertahanan utama dalam melawan ancaman gigi berlubang pada anak.
Langkah masif ini menjadi angin segar di tengah keprihatinan atas tingginya angka masalah kesehatan gigi anak di tanah air. Riset terbaru dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM per Juli 2026 mengungkapkan fakta mengejutkan: hanya 9,5 persen anak usia lima tahun di Indonesia yang mendapatkan perawatan saat mengalami masalah gigi. Sebagian besar kasus justru baru ditangani saat kondisinya sudah terlanjur parah dan memicu rasa sakit luar biasa.

Guna memutus rantai masalah tersebut, para siswa dibimbing langsung oleh edukator kesehatan, Anne Anggiana, S.KM., dari Puskesmas Buduran. Didampingi kader Dokter Cilik (Dokcil) dan Duta MIN 1 Sidoarjo, bimbingan dilakukan secara interaktif menggunakan alat peraga fantom gigi berukuran besar. Para siswa diajarkan gerakan menggosok gigi yang benar mulai dari bagian depan, samping, hingga permukaan mengunyah secara runtut dan menyenangkan.
Atmosfer antusiasme terpancar jelas sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak begitu bersemangat mempraktikkan langsung gerakan sikat gigi sesuai panduan para ahli. Tawa riang dan kepulan busa tipis mengiringi komitmen mereka untuk mulai membiasakan Penerapan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam merawat kebersihan mulut dan gigi sejak dini.

Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., menegaskan pentingnya edukasi preventif ini sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin siswa. Beliau berharap momentum ini tidak berhenti di sekolah saja, melainkan menjadi kebiasaan mendasar yang terus diterapkan di rumah. Melalui aksi kolaboratif ini, MIN 1 Sidoarjo dan Puskesmas Buduran membuktikan bahwa menjaga kesehatan gigi tak harus menakutkan. Dengan cara yang seru dan edukatif, anak-anak diajak menjaga senyum sehat mereka untuk masa depan yang lebih cemerlang. (zd)