Sidoarjo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo melaksanakan apel pagi pada Senin (24/8/2026) di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo. Apel diikuti seluruh pegawai kantor induk serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidoarjo.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kemenag Sidoarjo, Imam Mukozali. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan apel pagi sebagai sarana memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kinerja, serta membangun etos kerja yang semakin baik.
“Apel ini menjadi sarana untuk meningkatkan disiplin, kinerja, serta etos kerja kita. Mudah-mudahan, disiplin dan kinerja kita semakin hari semakin membaik,” tutur Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga menyampaikan bahwa Kemenag Sidoarjo akan mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Selain kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, terdapat agenda serupa bersama Kemenag RI pada Rabu (26/8) dalam Gema Selawat Kebangsaan, Kemenag RI menargetkan keterlibatan 1.781.945 peserta yang berselawat dari berbagai penjuru Indonesia Salah satu rangkaian utama Gema Selawat Kebangsaan adalah pembacaan dan khataman Dalā’il al-Khayrāt, karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ulama besar Maroko abad ke-9 Hijriah. Kitab yang menghimpun selawat kepada Nabi Muhammad saw. ini telah dibaca lintas generasi di berbagai wilayah dunia Islam dan menjadi bagian dari khazanah serta tradisi keagamaan umat Islam Indonesia.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt akan dilakukan secara bertahap selama satu pekan dengan mengikuti pembagian hizib dalam kitab tersebut. Masyarakat dapat mengikutinya secara berjemaah melalui masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan, maupun secara mandiri. Rangkaian ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi menjadi jalan untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw.
Menurut Imam, momentum Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi ASN untuk meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Empat sifat tersebut adalah Siddiq, yaitu menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam setiap tindakan; Amanah, yakni melaksanakan setiap tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya; Tabligh, yaitu menjadi penyampai kebaikan melalui ucapan maupun perilaku nyata; serta Fathonah, yakni terus meningkatkan kecerdasan, kompetensi, dan kemampuan agar mampu memberikan kinerja terbaik.
“Dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, setidaknya ada empat sifat teladan Nabi yang perlu kita terapkan sebagai ASN, yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah,” jelasnya.
Selain menyampaikan pesan keteladanan, Imam juga memberikan perhatian terhadap proses digitalisasi berkas nikah dan berkas bimbingan perkawinan tahun 2025 yang sedang dilakukan oleh jajaran KUA. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus meminta doa dan dukungan kepada seluruh pegawai agar proses pemindaian dokumen tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
Proses digitalisasi tersebut menjadi pekerjaan yang cukup besar karena setiap KUA menangani ratusan hingga ribuan dokumen. Jika satu KUA mengelola sekitar 1.000 pernikahan, maka terdapat sekitar 2.000 hingga 3.000 berkas yang harus dipindai, diunggah ke Google Drive, dan dilaporkan kepada Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Imam menegaskan bahwa digitalisasi arsip sangat penting sebagai upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan dokumen. Dengan adanya salinan digital, dokumen tetap dapat tersimpan dan diakses apabila berkas fisik mengalami kerusakan atau kehilangan. “Hari ini merupakan hari terakhir pengumpulan dari 18 KUA. Mohon doanya agar proses ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujarnya.