SIDOARJO – Mengawali pekan pertama di bulan September, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mengikuti apel rutin Senin pagi di halaman kantor Jalan Monginsidi 3, Senin (7/9/2026). Apel ini dihadiri oleh pegawai kantor induk dan serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sidoarjo.

Bertindak sebagai pembina apel, Aunillah dari Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kemenag Sidoarjo, menyampaikan amanat yang sarat refleksi moral bagi seluruh aparatur.
Dalam amanatnya, Aunillah menggarisbawahi dua agenda penting. Pertama, dukungan moral bagi kesuksesan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Sidoarjo yang berlangsung mulai 7 hingga 9 September 2026. Ia mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Sidoarjo mendoakan kelancaran ajang kompetisi sains dan keagamaan tersebut.
Poin kedua yang menjadi inti amanat adalah filosofi “nilai diri” dan etika pelayanan publik. Mengambil analogi lembaran uang kertas pecahan Rp50.000, Rp20.000, Rp5.000, hingga Rp2.000, Aunillah menegaskan bahwa nilai seorang abdi negara sejatinya ditentukan oleh masyarakat yang dilayani, bukan lewat klaim subjektif pribadi.
“Yang berhak memberikan nilai terhadap layanan kita adalah masyarakat penerima manfaat, bukan diri kita sendiri. Kita harus terus memantaskan diri. Jangan sampai saat memegang jabatan kita dihormati karena kuasa, tetapi ketika kelak purna tugas kita kehilangan kehormatan di mata orang lain. Nilai sejati adalah ketika integritas dan kemanfaatan kita tetap dihargai tinggi, baik saat aktif berdinas maupun setelah pensiun,” tutur Aunillah.

Rangkaian kegiatan apel dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat periode 1 September 2026 kepada 10 orang ASN di lingkungan Kemenag Sidoarjo. Petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia tersebut dibacakan oleh petugas Analis SDM Aparatur, disusul penyerahan SK secara simbolis oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo, Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., didampingi Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Moh. Solehuddin.
