Sidoarjo, 13 November 2024 – Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sidoarjo mengadakan acara audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo pada Rabu, 13 November 2024, di Aula Al Ikhlas II Kemenag Sidoarjo. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I, Ketua IPHI Sidoarjo H. Ahmad Nur Zaini, serta pengurus IPHI, Kasubag TU, dan para Kasi/ Penyelenggara.

Dalam sambutannya, Ketua IPHI Sidoarjo, H. Ahmad Nur Zaini, menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi organisasi, salah satunya terkait masalah anggaran yang terbatas. “Kami menghadapi tantangan berat, seperti pepatah ‘mati tidak, tapi hidup juga tak mampu.’ Salah satu penyebabnya adalah anggaran yang terbatas untuk operasional IPHI. Meskipun lokasi untuk kantor IPHI di Pasar Ikan Sidoarjo telah disetujui oleh Bupati, kami masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan anggaran rehabilitasi gedung yang diperlukan agar kantor dapat berfungsi dengan baik,” ujar H. Ahmad Nur Zaini.
Mendengar keluhan tersebut, Kepala Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, memberikan motivasi dan dukungan kepada pengurus IPHI. Mufi mengingatkan bahwa perjuangan dalam organisasi ini tidak selalu mudah, tetapi kekompakan dan semangat bersama akan membantu mengatasi tantangan. “Saya yakin teman-teman di sini semua memiliki niat yang tulus untuk memajukan IPHI. Kita semua di sini adalah orang-orang yang memiliki kenangan indah dari ibadah haji. IPHI harus menjadi tempat untuk mengulang semangat dan kenangan itu, dan saya yakin kita bisa melakukannya dengan hati yang ikhlas dan penuh semangat,” ujar Mufi.

Lebih lanjut, Mufi memberikan arahan mengenai langkah-langkah praktis yang bisa diambil untuk memajukan IPHI, termasuk dalam hal pendanaan. “Jangan terpaku pada anggaran atau gedung kantor. Organisasi ini bisa dimulai dengan langkah-langkah kecil. Jalan dulu, bergerak dulu, dan tunjukkan aktivitas yang bermanfaat. Jika kita sudah menunjukkan langkah-langkah nyata, Pemda akan tertarik dan bisa jadi mereka yang akan menawarkan dukungan. Yang penting adalah kita berjalan dulu, mencari ide dan kolaborasi sebanyak mungkin,” tegas Mufi.
Mufi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dan lembaga keuangan syariah. “Kita tidak perlu menunggu dana besar untuk mulai bergerak. Organisasi ini bisa hidup dengan cara swadaya, yang penting kita punya kegiatan yang berjalan. Jangan terlalu fokus pada masalah dana, tapi lebih pada semangat dan aksi nyata. Bahkan, kita bisa memanfaatkan miniatur Ka’bah yang ada untuk manasik haji, yang tidak hanya akan memperkuat kegiatan, tetapi juga bisa menghasilkan perputaran ekonomi, terutama bagi UMKM Sidoarjo di sekitar area tersebut,” ujar Mufi.
Melalui audiensi ini, Mufi berharap IPHI Sidoarjo dapat menemukan ide-ide baru dan mengembangkan agenda yang lebih rutin, sehingga keberadaan organisasi ini dapat terus eksis dan memberi manfaat bagi jamaah haji di Kabupaten Sidoarjo.

