Sidoarjo – Menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi mengajak umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah, toleransi, dan persatuan. Perbedaan dalam penentuan awal maupun akhir Ramadhan hendaknya disikapi dengan saling menghormati, tanpa saling menyalahkan.
“Meskipun terdapat perbedaan, kita tetap harus saling menghormati satu dengan yang lain. Perbedaan merupakan bagian dari khazanah fikih Islam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus menjaga toleransi dan ukhuwah, serta tidak saling mencibir,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi saat pelaksanaan rukyatul hilal penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar oleh Kemenag Sidoarjo pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di lantai 10 Gedung RS Siti Hajar Sidoarjo.
Ia juga menegaskan pentingnya menghormati metode penentuan awal bulan yang digunakan masing-masing, baik hisab maupun rukyat, serta menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas, baik dalam kehidupan bermasyarakat secara langsung maupun di media sosial, agar tidak terjadi perpecahan akibat perbedaan pandangan.
Pemantauan hilal dilakukan saat matahari terbenam pada pukul 17.53 WIB. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal berada di atas ufuk selama 4 menit 10 detik. Namun hingga batas akhir pengamatan serta karena kondisi cuaca mendung tebal, hilal tidak dapat disaksikan secara visual.
Kegiatan rukyatul hilal tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, Pengadilan Agama, Kemenag, serta organisasi kemasyarakatan Islam PCNU dan LDII Sidoarjo. Hasil pengamatan selanjutnya dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Seiring adanya potensi perbedaan awal Ramadhan, Kepala Kankemenag Sidoarjo kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan, menjaga ketertiban umum, serta melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang, aman, dan penuh keberkahan.
