Belajar Kamera DSLR hingga Berani Bicara, 48 Siswa MTsN 2 Sidoarjo Belajar Menjadi Jurnalis Muda

Click to share!

Sidoarjo — Menjadi jurnalis tidak cukup hanya pandai mengambil gambar. Kemampuan melihat peristiwa dari sudut yang menarik serta menyampaikannya kepada orang lain juga menjadi keterampilan penting. Hal inilah yang coba ditanamkan dalam Diklat Orientasi Fotografi dan New Reporter (Jurnalis) yang digelar di Aula Mini MTsN 2 Sidoarjo, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan yang dirancang secara interaktif tersebut. Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta terlihat aktif mengikuti materi dan terlibat dalam sesi praktik.Kegiatan dibuka oleh Rohmad Hariadi, M.Pd., selaku Waka Kesiswaan MTsN 2 Sidoarjo. Diklat kemudian menghadirkan dua pemateri dari PENS Surabaya, Jurusan Teknologi Game, yakni Akmal Mohammad Hikam dan Rado Nafi’an Sajid.

Pada sesi pertama, Akmal Mohammad Hikam mengajak peserta mengenal dasar-dasar fotografi. Materi tidak berhenti pada teori, tetapi langsung dilanjutkan dengan praktik. Peserta diperkenalkan dengan segitiga exposure yang meliputi aperture, shutter speed, dan ISO, sekaligus belajar menentukan angle atau sudut pengambilan gambar agar menghasilkan foto yang lebih menarik.Usai praktik, hasil karya peserta dievaluasi sehingga mereka dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan foto yang dihasilkan. Pola pembelajaran tersebut membuat peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mencoba keterampilan yang dipelajari.

Screenshot

Memasuki sesi kedua, peserta diarahkan pada keterampilan news reporter dan public speaking yang disampaikan oleh Rado Nafi’an Sajid. Peserta belajar bagaimana menyampaikan informasi atau berita dengan baik, termasuk bagaimana berbicara di depan umum agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh audiens.Pembina ekstrakurikuler Jurnalis, Kak Ufik, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta selama kegiatan sangat tinggi. Menurutnya, keaktifan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul hampir di setiap sesi.

“Dari sekian banyaknya, 45 anak itu benar-benar aktif. Setiap materi, setiap sesi, pasti banyak yang bertanya,” ungkap Kak Ufik. Meski demikian, terdapat sedikit kendala dalam pengumpulan tugas praktik. Beberapa peserta membutuhkan waktu lebih lama karena keterbatasan atau kendala pada perangkat yang digunakan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pembina untuk melihat potensi peserta dalam bidang fotografi. Beberapa siswa dinilai memiliki ketertarikan dan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan jurnalistik sekolah.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kepekaan terhadap peristiwa, kreativitas visual, serta keberanian berkomunikasi. Fotografi mengajarkan siswa bagaimana menangkap sebuah momen, sedangkan jurnalistik mengajarkan mereka bagaimana mengubah momen tersebut menjadi informasi yang bermakna. Kak Ufik berharap pengalaman yang diperoleh peserta dalam diklat dapat menjadi bekal untuk kegiatan jurnalistik mereka ke depan. “Harapannya, anak-anak yang ikut di Diklat kali ini bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat,” tuturnya. Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Sidoarjo tidak sekadar mencetak siswa yang mampu mengambil foto atau berbicara di depan kamera. Lebih jauh, para peserta diarahkan untuk menjadi reporter muda yang mampu mengamati, mengabadikan, mengolah, dan menyampaikan sebuah peristiwa secara menarik dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *