Sidoarjo, 20 November 2024 – Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari guru dan karyawan MTs Negeri 3 Sidoarjo hadir dalam kegiatan pembinaan yang diberikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Dr. Sugiyo, M.Pd. Pembinaan tersebut dilaksanakan di MTsN 3 Sidoarjo pada Rabu, 20 November 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman keagamaan di madrasah.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, yang menyampaikan beberapa pesan penting kepada para peserta. Dalam sambutannya, Mufi Imron mengucapkan terima kasih atas kehadiran para guru dan karyawan MTsN 3 Sidoarjo, sekaligus menyampaikan bahwa MTs Negeri 3 Sidoarjo merupakan salah satu madrasah yang menerima bantuan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) pada tahun 2024, yang berupa gedung perpustakaan dan laboratorium. Mufi berharap, dengan adanya fasilitas baru ini, para siswa dapat lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
“Dengan adanya gedung SBSN ini, kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung proses belajar mengajar. Selain itu, sangat penting bagi guru untuk selalu mengikuti perkembangan pendidikan, khususnya yang berbasis digital, namun tetap harus seimbang dengan pembelajaran agama. Kami ingin generasi penerus yang tidak hanya pintar, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka,” ujar Mufi Imron dalam sambutannya.

Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kabid Pendma Sugiyo, yang menekankan pentingnya penerapan Quality Management System (QMS) di madrasah. Menurut Sugiyo, madrasah tidak boleh hanya berfokus pada formalitas saja, tetapi harus berorientasi pada kualitas pendidikan yang sesungguhnya.
Sugiyo juga menyoroti pentingnya pendidikan agama sebagai fokus utama di madrasah. Menurutnya, kualitas ibadah siswa harus menjadi perhatian bersama, baik dalam hal kewajiban sholat, tata cara, fiqih, aqidah, dan sebagainya. Guru diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan pemahaman agama siswa berjalan dengan baik.
“Maka, seorang guru dapat dianggap berhasil jika siswa dapat mengamalkan apa yang telah diajarkan, termasuk dalam hal ibadah dan akhlak mereka,” tegas Sugiyo.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTsN 3 Sidoarjo, terutama dalam hal pemahaman agama dan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Para guru dan karyawan diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip pendidikan berkualitas yang sudah disampaikan dalam pembinaan ini, demi kemajuan madrasah dan keberhasilan siswa ke depannya.