BIMA Aksi 2025 Hadirkan 522 Peserta dari Berbagai Daerah, Tekankan Kolaborasi Ilmu Pengetahuan dan Nilai Qur’ani

Click to share!

Sidoarjo – Pesantren Modern Al Amanah Junwangi kembali menggelar BIMA Aksi (Bilingual Islamic Modern Art and Science Competition) untuk tahun kedua pada 2025. Kegiatan yang dilaksanakan oleh MA Bilingual Al Amanah Junwangi, Krian, ini diikuti sebanyak 522 peserta dari berbagai jenjang pendidikan — mulai SD, SMP, hingga SMA sederajat — dengan peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta.

Ketua panitia, Ustadz Muhammad Irsyadul Ibad, menyampaikan bahwa BIMA Aksi bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi lebih dari itu menjadi sarana pengembangan diri dan ruang kolaborasi antarpelajar.
“Program BIMA Aksi ini bukan hanya sekadar menyuguhkan perlombaan, namun juga menjadi wadah untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Kolaborasi Pesantren & MGMP Tingkat Provinsi

Tahun ini, BIMA Aksi terselenggara melalui kolaborasi Pesantren Modern Al Amanah dengan MGMP Bahasa Arab Jawa Timur dan MGMP Bahasa Inggris Jawa Timur. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Ragam Lomba: Keagamaan Hingga Teknologi

Berbagai cabang lomba digelar dengan cakupan yang luas, mencerminkan keseimbangan antara kompetensi Qur’ani, bahasa, seni, serta teknologi.
Lomba yang dipertandingkan meliputi:

  • Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
  • Musabaqah Hifdzil Qur’an wa Tartil
  • Musabaqah Fahmil Qur’an
  • Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK)
  • Musabaqah Hifdzu Nadzom Al Imrithy
  • Kreasi Lalaran Nadzom
  • Taqdimul Qishoh
  • Ghina’ Araby
  • Speech Contest
  • Robot Sumo
  • Line Tracer Micro
  • Scratch
  • Live Photography
  • Live Vlog
  • Live Sketch

Kemenag Apresiasi: Pesantren Mampu Seimbangkan IPTEK dan Akhlak

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan BIMA Aksi 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu membangun generasi unggul yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan akhlakul karimah.

“Kami atas nama Kementerian Agama mengucapkan selamat kepada panitia yang telah mengadakan acara luar biasa ini. Lomba-lomba yang diselenggarakan menunjukkan eksistensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang seimbang dengan nilai-nilai Qur’ani,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keseimbangan antara pengetahuan dan keimanan merupakan modal penting menuju Indonesia Emas 2045.
“Pesantren ini tidak hanya mencetak generasi berakhlakul karimah, tetapi juga generasi yang tanggap terhadap kebutuhan teknologi masa depan. Ini adalah semangat baru menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tambahnya.

Mufi Imron juga mengapresiasi kehadiran dewan juri yang independen serta mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat kebersamaan.
“Event ini adalah event kebersamaan. Tidak perlu protes ketika kalah, karena panitia telah menghadirkan juri-juri yang kompeten dan independen,” tutupnya.

Harapan untuk Masa Depan

Penyelenggara berharap BIMA Aksi dapat terus menjadi wadah pembinaan potensi pelajar, memperkuat jaringan antar lembaga, serta melahirkan generasi yang siap bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai spiritual dan moral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *