Bimwin KUA Prambon Tekankan Kekuatan Keluarga sebagai Pilar Masyarakat

Click to share!

Prambon, 20 Mei 2026 — Kantor Urusan Agama Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan atau Bimwin Angkatan Kedua Tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 15 pasangan calon pengantin yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Prambon sebagai bagian dari upaya pembekalan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Acara tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala KUA Prambon Mohammad Nasichin yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Ia menyampaikan bahwa di beberapa negara kegiatan serupa bahkan dilaksanakan dalam durasi yang cukup panjang hingga beberapa hari sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan pernikahan. Menurutnya keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat sehingga kualitas keluarga akan sangat menentukan kekuatan sosial di tingkat yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa dari keluarga yang kuat akan terbentuk rukun tetangga yang kuat dan pada akhirnya akan melahirkan masyarakat yang kuat. Oleh karena itu ia menekankan bahwa setiap calon pengantin wajib mengikuti bimbingan perkawinan sebagai bekal awal dalam membangun rumah tangga yang kokoh.

Dalam kegiatan tersebut yang menjadi narasumber yaitu Mochammad Fuad Nadjib dan Abdul Rouf. Keduanya menyampaikan materi yang saling melengkapi antara aspek psikologis dan spiritual dalam kehidupan rumah tangga.

Mochammad Fuad Nadjib dalam pemaparannya mengangkat tema tentang fase-fase dalam kehidupan rumah tangga dengan merujuk pada buku “I Love You But I’m Not In Love With You” karya Andrew G. Marshall. Ia menjelaskan bahwa kehidupan pernikahan tidak berjalan dalam satu kondisi yang tetap melainkan mengalami berbagai tahapan perkembangan yang harus dipahami oleh setiap pasangan. Tahap awal adalah tahap menyatu yang biasanya berlangsung antara 12 hingga 18 bulan dimana pasangan masih berada dalam kondisi penuh kedekatan emosional dan penyesuaian awal. Tahap berikutnya adalah tahap bersarang yang berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun ketika pasangan mulai membangun stabilitas rumah tangga dan mulai fokus pada kebutuhan keluarga.

Selanjutnya pasangan akan memasuki tahap kebutuhan pribadi pada rentang tiga hingga empat tahun dimana masing-masing individu mulai menegaskan kembali identitas dan kebutuhan personalnya sehingga seringkali muncul dinamika baru dalam hubungan. Setelah itu terdapat tahap kolaborasi yang berlangsung cukup panjang antara lima hingga empat belas tahun dimana pasangan mulai menemukan pola kerja sama yang lebih matang dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Tahap berikutnya adalah tahap penyesuaian yang berlangsung antara lima belas hingga dua puluh empat tahun dimana pasangan kembali melakukan penyesuaian terhadap perubahan kehidupan seperti pertumbuhan anak dan perubahan peran. Tahap terakhir adalah tahap pembaruan yang terjadi setelah dua puluh lima tahun pernikahan dimana pasangan memiliki kesempatan untuk membangun kembali kualitas hubungan dengan kedewasaan dan pemahaman yang lebih mendalam.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap fase-fase tersebut akan membantu pasangan untuk tidak mudah terkejut atau goyah ketika menghadapi perubahan dalam hubungan karena setiap fase memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing yang perlu disikapi dengan bijak.

Sementara itu Abdul Rouf menyampaikan materi tentang pentingnya membangun hubungan rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai ilahiyah. Ia menjelaskan bahwa pernikahan bukan hanya hubungan lahiriah antara dua individu tetapi juga merupakan ikatan spiritual yang melibatkan tanggung jawab kepada Allah. Oleh karena itu setiap pasangan harus menempatkan nilai keimanan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Hubungan yang dibangun atas dasar nilai ilahiyah akan melahirkan sikap saling menghormati kesabaran keikhlasan serta tanggung jawab yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang utuh tentang kehidupan rumah tangga baik dari aspek psikologis maupun spiritual sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis sakinah mawaddah dan rahmah serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *