Buka Progresif School Fest 2026, Kakankemenag Sidoarjo Apresiasi Pendidikan Pesantren yang Selaras dengan Kebutuhan Masa Depan

Click to share!

Sidoarjo (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, mengapresiasi pelaksanaan Progresif School Fest 2026 yang digelar Yayasan Bumi Shalawat Progresif di Atrium Lippo Plaza Sidoarjo, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Harmonizing Faith, Creativity, and Nationalism for Indonesia’s Future” tersebut menjadi ruang bagi lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Bumi Shalawat untuk memperkenalkan program, prestasi, serta potensi peserta didik kepada masyarakat.

Progresif School Fest 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Edu Fair yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, sekolah dan madrasah di lingkungan Yayasan Bumi Shalawat menghadirkan berbagai stan edukasi yang memberikan informasi mengenai program pendidikan dan pembinaan kepada para pengunjung. Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yang diwakili Kabid Mutu Pendidikan, Lilik Sulistyowati.

Dalam sambutannya, Mufi Imron menyampaikan bahwa pelaksanaan School Fest di pusat perbelanjaan merupakan langkah positif untuk memperkenalkan pendidikan pesantren dan madrasah kepada masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, Yayasan Bumi Shalawat Progresif telah dikenal luas, tidak hanya di Jawa Timur dan Indonesia, tetapi juga memiliki santri dari berbagai negara.

Ia menilai pendidikan di lingkungan pesantren saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama. Pendidikan juga perlu memberikan bekal ilmu pengetahuan umum, kreativitas, keterampilan, dan wawasan kebangsaan agar lulusan mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Pondok pesantren ini tidak hanya mencetak santri yang bisa muthala’ah kitab kuning, tidak hanya menghafal Al-Qur’an atau hadis, tetapi juga menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan umum,” ujarnya.

Mufi menambahkan, tema yang diangkat dalam Progresif School Fest 2026 dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan untuk menyiapkan generasi Indonesia masa depan. Menurutnya, perpaduan antara keimanan, kreativitas, dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap bangsa.

“Harapan kami dari pondok ini nanti lahir orang-orang yang pinter, sekaligus orang yang bener. Mencetak orang pinter itu sudah susah, tetapi lebih susah lagi mencetak orang yang bener,” tutur Mufi.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Bumi Shalawat Progresif, Mahfud Al Fahmi menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan yayasan berkomitmen mencetak generasi yang memiliki kemampuan keagamaan sekaligus mampu berdaya saing global. Menurutnya, santri tidak hanya diarahkan untuk menguasai Al-Qur’an dan kitab kuning, tetapi juga didorong berprestasi dalam bidang sains, riset, seni, literasi, olahraga, serta melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Berbagai capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa santri memiliki ruang dan potensi yang luas untuk berkiprah di berbagai bidang. Melalui Edu Fair, masyarakat juga dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai program pembinaan dan kurikulum yang diterapkan di sekolah maupun madrasah di lingkungan Yayasan Bumi Shalawat.

Mufi berharap para alumni Bumi Shalawat dapat terus menorehkan prestasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Kesuksesan akademik dan profesional, menurutnya, perlu tetap disertai dengan kekuatan iman dan keteguhan dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan.

“Ketika sukses nanti, harapannya tetap lekat keimanannya, tidak lupa salat dan ibadah. Mudah-mudahan alumni Pondok Pesantren Bumi Shalawat benar-benar mendapat keberkahan ilmu para kiai dan bisa meneruskan pembangunan di negeri ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *