SIDOARJO – Halaman MTsN 4 Sidoarjo tampak berbeda pada Kamis (29/10/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, tenda-tenda berjajar rapi, aroma makanan khas Sidoarjo menguak, dan wajah-wajah ceria siswa, guru, serta wali murid menyambut tamu istimewa, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P. Kehadiran beliau menandai peluncuran (launching) buku antologi guru, siswa, dan orang tua berjudul “Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo”.
Disambut Selendang Batik dan Dance Simapore

Rombongan Ibu Wabup disambut di depan Masjid Al-Hikmah oleh Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Islakhah Wahyuni, M.Pd.I, dengan didampingi dua siswa, Alvina Aprillia PR (kelas 7G) dan Ach Aqila Pranaja (kelas 7D) sebagai tanda penghormatan menyerahkan cinderamata berupa selendang Batik Sidoarjo.
Usai penyerahan cinderamata, Ibu Wabup dipersilakan menyaksikan atraksi dance Simapore yang dibawakan tim Pramuka MTsN 4 Sidoarjo. Gerak lincah dan kompak para siswa memukau tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah. Selanjutnya, Ibu Wabup beserta rombongan menuju tempat acara inti.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Setelah pembukaan, rangkaian sambutan disampaikan oleh Kepala MTsN 4 Sidoarjo dan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P.
Dalam sambutannya, Ibu Wabup menyampaikan pesan yang membakar semangat. “Jangan takut berkarya, dan teruslah berkarya,” pesan beliau kepada seluruh hadirin, terutama para siswa dan guru yang telah menorehkan tulisan dalam buku antologi.


Acara dilanjutkan dengan peresmian launching buku antologi. Pada kesempatan itu Ibu Wabup menandatangani salah satu buku yang telah disediakan sebagai tanda lounching buku antologi gru dan siswa selanjutnya beliau menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para penulis, yakni 26 siswa yang diwakili Nirwasita Prameswari dan kawan-kawan. Penghargaan juga diberikan kepada empat guru: Aisatul Mufarrohah, S.Pd.I; Dr. Ainun Rosyidah, M.Pd; Siti Sholihah, S.Pd; dan Annestiana Handini, serta ibu S.Pd. Dilis Okta Priangga Sari, S.Pd sebagai perwakilan orang tua siswa.
Selain itu, Ibu Wabup menyerahkan penghargaan kepada 10 guru penulis Kitab Pantun Majelis ASEAN, sebuah capaian yang mengharumkan nama madrasah hingga tingkat regional.

Acara ini dihadiri Camat Tulangan Bapak Andi Sulistio, pengawas KKM MTs 4 Sidoarjo, Ketua PGRI Cabang Dinas Tulangan, komite madrasah, serta sejumlah tamu undangan. Rangkaian acara inti diawali dengan doa oleh Bapak Pengawas KKM MTs 4 Sidoarjo
Berawal dari Audiensi
Buku antologi ini lahir dari ikhtiar panjang. Pada Agustus, tim penulis melakukan audiensi dengan Ibu Wabup untuk memohon izin menuliskan sosok dan keseharian beliau. Setelah izin diberikan, para guru, siswa, dan orang tua mulai menuangkan karya mereka. Karya-karya itu dikumpulkan hingga akhirnya terbit sebagai buku antologi yang diluncurkan hari ini.
Sekilas Perjalanan Ibu Wabup
Hj. Mimik Idayana, yang akrab disapa Bunda Mimik atau Mak Mimik, lahir pada 28 Februari 1971. Beliau menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Lempeni, Tempeh, Lumajang, lalu SMP Negeri Tempeh, dan lulus pada 1988. Di dunia politik, beliau mengawali kiprah sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo periode 2019–2024 dan menjabat Ketua Fraksi salah satu partai. Di tingkat partai, beliau terpilih sebagai Ketua DPC Kabupaten Sidoarjo periode 2024–2029.
Sejak 20 Februari 2025, beliau menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025–2030 mendampingi Bupati Subandi. Di tengah kesibukan itu, beliau terus belajar. Pada 26 April 2026 beliau diwisuda sebagai sarjana Administrasi Negara dari Universitas Dr. Soetomo Surabaya, dengan keyakinan bahwa mencari ilmu tidak punya batas.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi ciri khas beliau. Beliau rutin berbagi nasi bungkus setiap Jumat, dengan biaya dari gaji dan tunjangan pribadinya. Pada 27 Januari 2026, beliau juga menggelar acara makan bareng gratis di Alun-alun Sidoarjo yang dihadiri ribuan warga. Kisah keteladanan inilah yang menjadi inspirasi lahirnya buku antologi tersebut.
Ramah Tamah dan Kunjungan Bazar
Usai peluncuran buku, Ibu Wabup melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah dan mengunjungi bazar UMKM Dharma Wanita Persatuan Sub Unit MTsN 4 Sidoarjo. Tenda-tenda menyajikan makanan dan minuman khas Sidoarjo hasil olahan ibu-ibu Dharma Wanita. Ada nasi pecel yang menjadi ciri khas DWP MTsN 4 Sidoarjo, minuman telang, sari kedelai, jamu kunir asem, pansehe, kue lumpur hijau, kue nona manis, dan hawuk-hawuk. Tersedia pula aneka daster dan bros, serta pameran buku dan pameran karya siswa.


Yang paling menarik perhatian adalah praktik kerajinan batik yang dipandu salah satu guru BTQ MTsN 4 Sidoarjo Ibu Lailatul Masruroh, S.Pd.I. Ibu Mimik tidak sekadar melihat, tetapi langsung mencoba membuat batik. Hasilnya langsung dibeli dengan pesanan bertuliskan nama beliau, disambut senyum dan tawa para pengrajin.
Halaman madrasah semakin semarak dengan enam tenda UMKM milik ibu-ibu kantin MTsN 4 Sidoarjo. Mereka turut memadati halaman dan menunjukkan bahwa perempuan di lingkungan madrasah mampu berdaya dan mandiri.
Foto Bersama dan Keakraban
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh guru dan karyawan MTsN 4 Sidoarjo. Para siswa pun antusias meminta berswafoto dengan Ibu Wabup. Beliau melayani semua permintaan tanpa canggung dan penuh senyum.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi penyemangat bagi warga madrasah untuk terus menulis dan berkarya, sebagaimana semangat para perempuan inspiratif Sidoarjo. (farah_ame)