
Sidoarjo – Program Adiwiyata di MIN 1 Sidoarjo kembali menunjukkan hasil nyata. Pokja sampah madrasah, yang akrab disapa Si Butterfly Waste, berhasil melakukan pemanenan pupuk organik dari hasil pengolahan sampah daun kering di lingkungan madrasah pada hari Rabu, 01 Oktober 2025. Kegiatan panen yang berlangsung antusias ini didampingi oleh seorang guru, Ahmad Roful Adib, M.Pd.I.

Pemanenan dilakukan dari dua unit dekomposter yang sebelumnya telah diisi dengan tumpukan daun-daun kering yang berguguran di sekitar area madrasah. Hasil panen kali ini terbilang sukses dan memuaskan. Si Butterfly Waste berhasil mengumpulkan 3,5 liter air lindi (pupuk cair organik) dan 16 kilogram pupuk padat yang siap pakai. Kedua jenis pupuk organik ini berasal dari dekomposisi sempurna sampah daun yang telah melalui proses pengolahan oleh para kader sampah. Air lindi dan pupuk padat yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis dan ekologis tinggi, serta akan dimanfaatkan secara langsung untuk menyuburkan tanaman hias di lingkungan madrasah. Hal ini sejalan dengan komitmen MIN 1 Sidoarjo dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Pemanenan dilakukan dari dua unit dekomposter yang sebelumnya telah diisi dengan tumpukan daun-daun kering yang berguguran di sekitar area madrasah. Hasil panen kali ini terbilang sukses dan memuaskan. Si Butterfly Waste berhasil mengumpulkan 3,5 liter air lindi (pupuk cair organik) dan 16 kilogram pupuk padat yang siap pakai. Kedua jenis pupuk organik ini berasal dari dekomposisi sempurna sampah daun yang telah melalui proses pengolahan oleh para kader sampah. Air lindi dan pupuk padat yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis dan ekologis tinggi, serta akan dimanfaatkan secara langsung untuk menyuburkan tanaman hias di lingkungan madrasah. Hal ini sejalan dengan komitmen MIN 1 Sidoarjo dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kerja keras tim. “Saya sangat bangga dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada tim Adiwiyata, khususnya anak-anak hebat di Si Butterfly Waste,” ujar Sri Utami.
”Keberhasilan panen pupuk organik ini bukan hanya menghasilkan pupuk berkualitas, tetapi juga membuktikan bahwa anak-anak telah mampu mengaplikasikan ilmu pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Pupuk ini langsung kami aplikasikan dalam penanaman pohon hias di sekitar madrasah, menjadikan lingkungan kami semakin hijau dan asri,” tambahnya.

Kegiatan panen kompos ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara efektif oleh peserta didik sebagai bagian dari pendidikan lingkungan. Si Butterfly Waste MIN 1 Sidoarjo telah membuktikan bahwa sampah daun pun dapat diubah menjadi harta karun untuk kesuburan bumi. (zd)