Dari Akar Menjadi Pohon Kokoh: Pesan Mendalam Kepala Kemenag Sidoarjo di Wisuda MIN 1 Sidoarjo

Click to share!

Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti aula pertemuan MIN 1 Sidoarjo pada Sabtu (13/6). Sebanyak 57 siswa kelas VI tampak gagah dan anggun dalam balutan busana khas wisuda laki-laki berjas lengkap dengan dasinya dan perempuan cantik dalam balutan gaun gamis dan berhijab cantik, siap dilepas secara resmi oleh madrasah dalam momen penyerahan kembali peserta didik tahun pelajaran 2025-2026 kepada orang tua.

Acara yang menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan di tingkat dasar ini tidak hanya dihadiri oleh orang tua siswa dan komite madrasah, tetapi juga dimuliakan dengan kehadiran Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Dr. Imron Mufi Rosadi, M.E.I.. Kehadirannya memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para lulusan yang akan melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Mufi memberikan analogi yang sangat mendalam mengenai masa depan anak-anak. Beliau mengibaratkan siswa MI sebagai akar sebuah pohon yang pondasinya harus diperkuat dengan fondasi agama dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, jika pondasi ini kokoh, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang adil dan sesuai dengan tuntunan Islam, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. Beliau pun berpesan kepada para orang tua agar tidak cepat merasa puas dan berhenti mendukung pendidikan anak hanya sampai meraih gelar akademis semata.

Di tengah suasana sambutan yang serius namun inspiratif, momen tak terduga justru mencairkan suasana. Tepat pada tanggal 13 Juni yang bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Imron Mufi Rosadi, seluruh tamu undangan dan siswa memberikan kejutan ulang tahun. Sorak-sorai, tepuk tangan meriah, dan nyanyian lagu ulang tahun menggema kompak di seluruh ruangan, menciptakan ikatan emosional yang hangat antara pejabat, guru, dan para siswa.

Kegembiraan tersebut sebelumnya telah dibangun melalui serangkaian penampilan apik dalam pra-acara. Para siswa menunjukkan bakat mereka lewat karaoke islami, serta tari Kupu Jeding dan Lenggang Nyai yang merepresentasikan kepedulian madrasah terhadap pelestarian budaya bangsa. Tidak ketinggalan, persembahan tahfidz dari siswa kelas VI sukses memukau dan membuat para tamu undangan tertegun hingga merinding menyaksikan hafalan Al-Qur’an yang luar biasa.

Puncak acara kemudian berlanjut pada prosesi wisuda yang sakral. Pengalungan gordon dilakukan secara langsung oleh Kepala Madrasah, Ibu Sri Utami, M.Pd., didampingi oleh wali kelas masing-masing. Langkah para siswa menuju panggung kehormatan berjalan dengan tertib, menandai simbolis kembalinya amanah pendidikan dari madrasah kepada orang tua.

Sebagai penutup, suasana berubah menjadi momen yang menguras air mata saat prosesi sungkeman berlangsung. Isak tangis pecah di antara siswa dan orang tua saat lantunan sholawat yang syahdu berpadu dengan puisi yang dibacakan secara duet oleh Bapak M. Ikhwan, M.Ap., dan Ibu Latifatul Wakhidah, M.Pd. Kolaborasi yang menyentuh kalbu ini menjadi klimaks sempurna, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir dalam pelepasan angkatan penuh prestasi ini. (zd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *