Dorong Inovasi Berkelanjutan, Bupati Sidoarjo Serahkan Penghargaan Adiwiyata 2026: MTsN 2 Sidoarjo Resmi Terpilih

Click to share!

SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar acara penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) Tahun 2026. Bertempat di Ruang Pringgitan Pendopo Delta Wibawa, Jumat (16/10/2026) pagi, sebanyak 16 lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah dari seluruh penjuru Sidoarjo secara resmi menerima piagam penghargaan atas komitmen mereka melestarikan lingkungan sekolah.Penetapan penghargaan ini merujuk pada Keputusan Bupati Sidoarjo Nomor: 100.3.3.2/564/438.1.1.3/2026. Salah satu penerima penghargaan bereputasi tersebut adalah MTsN 2 Sidoarjo, yang berhasil lolos setelah melewati serangkaian tahapan penilaian dokumen dan verifikasi lapangan secara ketat oleh tim penilai DLHK Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala sekolah dan kepala madrasah yang konsisten melakukan penataan serta edukasi lingkungan hidup di satuan pendidikan masing-masing. “Peran kepala sekolah dan kepala madrasah sangat vital dalam membangun inovasi. Kita ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu menjaga kebersihan lingkungan dan dirinya sendiri,” tegas Bupati Subandi di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, Bupati Subandi menekankan bahwa persoalan penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan. “Masalah sampah adalah harapan kita bersama yang bisa kita selesaikan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan harus diinisiasi dan dibudayakan dari lingkungan sekolah dan madrasah. Saya menitipkan pesan kepada seluruh kepala sekolah: mari terus berinovasi serta menjaga keindahan dan kebersihan. Semuanya harus diawali dari sekolah dengan menanamkan sikap menghargai lingkungan sejak dini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP., menyampaikan bahwa program Adiwiyata ini dirancang bukan sekadar ajang perlombaan seremonial, melainkan pendorong terciptanya budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan di sekolah.

Menanggapi pencapaian ini, Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Bpk. Ahmad Mujahidin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus menegaskan kesiapan madrasah dalam merespons arahan Bupati Sidoarjo. “Dengan predikat Adiwiyata ini, kami di MTsN 2 Sidoarjo semakin berkomitmen untuk menjadikan budaya ramah lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter sehari-hari seluruh warga madrasah. Penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik semangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah, pemanfaatan lingkungan hidup, serta pembentukan karakter siswa yang peduli, mandiri, dan menghargai lingkungan sejak dini,” ujar Ahmad Mujahidin.

Keberhasilan MTsN 2 Sidoarjo meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten 2026 ini diharapkan menjadi dorongan nyata bagi seluruh warga madrasah — baik guru, tenaga kependidikan, maupun para siswa — untuk terus merawat keindahan dan kebersihan kawasan madrasah secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *