Expo IGRA Sidoarjo 2025: Wujud Kreativitas Guru dan Anak RA di Era Globalisasi

Click to share!

Sidoarjo (Humas) — Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Sidoarjo menggelar Expo IGRA Sidoarjo 2025 di Sun City Sidoarjo Selasa-Rabu, 28-29 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-23 IGRA, serta menjadi ajang unjuk kreativitas dan inovasi para guru dan peserta didik Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Sidoarjo.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo,  Mufi Imron Rosyadi, ditandai dengan pemotongan tumpeng jajanan tradisional dan penyemprotan konfeti sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Beragam produk unggulan hasil karya guru dan anak RA dari 18 pimpinan cabang IGRA se-Kabupaten Sidoarjo serta stand Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sidoarjo dipamerkan dalam kegiatan ini. Melalui Expo IGRA 2025, PD IGRA berupaya meningkatkan kompetensi guru RA agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan era globalisasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan religiusitas pada anak sejak usia dini.

Selain pameran, peringatan Harlah ke-23 IGRA juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain workshop deteksi dini tumbuh kembang anak bagi guru RA, panggung gembira anak RA, lomba paduan suara, serta lomba membatik dalam rangka mendukung Gerakan Nasional “RA Membatik”.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Sidoarjo menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tantangan guru RA di era globalisasi semakin berat dan kompleks, sehingga dibutuhkan kesabaran dan kompetensi tinggi dalam mendidik anak-anak usia dini yang berada pada masa golden age.

“Kami berharap para guru RA terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya dalam memberikan layanan terbaik kepada anak-anak usia dini. Dengan bekal ilmu dan akhlak yang kuat, semoga lahir generasi berakhlakul karimah dan Qurani dari RA di Sidoarjo,” ujar Mufi.

Sementara itu, Ketua PD IGRA Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar di era digital saat ini adalah meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai (gadget).

“Anak-anak sekarang sulit lepas dari HP. Karena itu, kami berupaya mengalihkan perhatian mereka melalui kegiatan fisik dan motorik yang melatih keterampilan sekaligus menumbuhkan kreativitas. Dengan cara itu, anak-anak bisa belajar sambil bermain tanpa tergantung pada gawai,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesabaran dan keikhlasan merupakan kunci utama bagi guru RA dalam menjalankan tugas mendidik anak-anak di usia dini.

Melalui Expo IGRA Sidoarjo 2025, diharapkan para guru RA dapat terus bertransformasi menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan inspiratif dalam membentuk karakter serta potensi peserta didik sejak dini.

Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pendidikan anak usia dini dan penguatan Moderasi Beragama di lingkungan satuan pendidikan. Melalui peran strategis guru RA, diharapkan nilai-nilai toleransi, religiusitas, dan cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini, sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *