LAMONGAN – Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) ke-8 Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN Tahun 2026 menjadi momentum penguatan pendidikan madrasah keterampilan untuk mencetak peserta didik yang memiliki kompetensi sekaligus karakter dalam menghadapi tantangan global.
Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” tersebut digelar pada 10–13 September 2026, dipusatkan di MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan. Pembukaan Extranas ke-8 dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, yang hadir didampingi Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Moh. Solehuddin, Jumat (11/9/2026).
Extranas ke-8 diikuti 137 lembaga MA Plus Keterampilan dari 19 provinsi di Indonesia. Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian acara, mulai dari expo dan lomba keterampilan hingga forum rapat kerja dan jejaring antarmadrasah.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, menekankan bahwa pengembangan madrasah keterampilan harus berorientasi pada pemberian bekal yang nyata bagi peserta didik. Madrasah tidak hanya dituntut memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang menjadi bekal menghadapi kehidupan.
Amin mengangkat empat pesan bijak Sunan Drajat yang dinilai relevan dengan pengembangan madrasah keterampilan. Pertama, “Wenehana teken marang wong kang wuta”, yang dimaknai sebagai upaya memberikan “tongkat” kepada peserta didik melalui pembekalan soft skill dan life skill.
Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi penuntun bagi peserta didik agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, madrasah keterampilan harus terus memperkuat kompetensi siswa, baik dalam aspek keterampilan maupun kemampuan personal.
Pesan kedua, “Wenehana payung marang wong kang kodanan”, mengandung nilai kepedulian dan perlindungan terhadap mereka yang menghadapi kesulitan. Sementara pesan ketiga, “Wenehana pangan marang wong kang kaliren”, mengingatkan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk perhatian terhadap gizi dan penguatan kesalehan sosial.
Pesan keempat berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Amin mendorong agar kualitas madrasah terus ditingkatkan sehingga mampu menghasilkan capaian pendidikan yang baik, termasuk menjaga capaian PISA agar berada di atas rata-rata nasional.
“Madrasah keterampilan harus memberikan tongkat atau soft skill kepada peserta didiknya agar mereka punya penuntun keterampilan. Pekerjaan ini tidak ringan karena kita terus dipacu untuk meningkatkan kualitas,” ujar Amin.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Extranas ke-8 yang tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya dan keterampilan siswa, tetapi juga menjadi forum berbagi praktik baik serta memperkuat jejaring antarmadrasah.
Melalui kegiatan ini, madrasah keterampilan diharapkan semakin mampu memadukan kompetensi, keterampilan, karakter, dan kepedulian sosial, sehingga lulusan madrasah tidak hanya siap bersaing di tingkat global, tetapi tetap memiliki karakter dan nilai-nilai lokal sebagai jati dirinya.
