Festival Hari Bumi Sepekan di MIN 1 Sidoarjo Jadi Momentum Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan

Click to share!

Sidoarjo – Menghirup udara segar dan melihat hijaunya dedaunan kini bukan sekadar pemandangan, melainkan sebuah perjuangan. Semangat inilah yang diusung oleh seluruh warga MIN 1 Sidoarjo dalam memperingati Hari Bumi 2026. Tidak tanggung-tanggung, madrasah ini menggelar serangkaian aksi nyata selama satu pekan penuh, mulai dari 17 hingga 24 April 2026.

Langkah awal dimulai pada Jumat (17/4). Suasana madrasah tampak berbeda; tidak ada buku di atas meja, melainkan sapu, kain pel, dan sekop di tangan. Melalui kegiatan Jumat Bersih, seluruh warga madrasah bahu-membahu menyulap kelas, taman, hingga halaman menjadi ruang yang asri dan nyaman.

Di sudut lain, para Kader Adiwiyata menunjukkan taringnya. Mereka membuktikan bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya. Dengan telaten, mereka mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi. Tidak hanya itu, “tangan dingin” para kader ini juga terlihat saat mereka mempraktikkan teknik perkembangbiakan tanaman, mulai dari stek, mencangkok, hingga menyemai biji.

Puncak kemeriahan berlanjut pada Rabu (22/4), tepat di Hari Bumi sedunia. Kebun ketahanan pangan MIN 1 Sidoarjo menjadi pusat perhatian. Kehadiran Kasi Pendma Kemenag Sidoarjo menambah spesial suasana panen raya tersebut.

Secara simbolis, prosesi pemanenan dilakukan untuk berbagai komoditas unggulan madrasah, di antaranya:

  • Sawi Hidroponik yang segar dan bebas pestisida.
  • Cabai yang merah merona siap konsumsi.
  • Bunga Telang yang kaya akan antioksidan.

Aksi ini tidak berhenti di situ. Pada Kamis (23/4), keberlanjutan pangan kembali diperkuat dengan penanaman bibit sawi baru pada sistem hidroponik oleh tangan-tangan mungil kader adiwiyata. Ini adalah pesan kuat bahwa siklus kehidupan hijau di MIN 1 Sidoarjo tidak boleh terputus.

Puncak sepekan penuh peringatan Hari Bumi 2026 di MIN 1 Sidoarjo, Jumat (24/4) menjadi babak penutup yang emosional sekaligus membanggakan. MIN 1 Sidoarjo melakukan aksi Sedekah Tanaman. Secara khusus, pihak madrasah menyerahkan bibit tanaman kepada Kepala Desa Banjarkemantren yang dilakukan oleh kader adiwiyata yang didampingi Kepala Madrasah untuk memberikan tanaman kepada Kepala Desa Banjar Kemantren.

Menariknya, bibit yang diberikan bukan sekadar pemanis mata. Selain tanaman hias, diserahkan pula bibit pohon jati dan juga jenis pohon lain yang kaya akan manfaat. Pemilihan pohon jati ini sangat strategis karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap air hujan, sebagai upaya preventif menjaga cadangan air tanah dan mencegah banjir.

Gerakan ini pun menular ke seluruh siswa. Ratusan siswa MIN 1 Sidoarjo datang dengan senyum merekah sambil membawa satu tanaman dari rumah untuk disedekahkan ke madrasah. “Kami ingin menanamkan bahwa Bumi tidak butuh janji, tapi aksi. Melalui sedekah tanaman ini, kita sedang menabung oksigen untuk generasi mendatang,” ujar Aprilia selaku salah satu koordinator Adiwiyata.

Menutup rangkaian acara Pekan Hari Bumi di MIN 1 Sidoarjo tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. MIN 1 Sidoarjo sukses memunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama. Pendidikan karakter peduli lingkungan kini bukan lagi teori, melainkan aksi nyata yang menginspirasi. Selamat Hari Bumi 2026, mari terus tebarkan semangat positif, hijaukan hati, dan jadikan bumi kita tempat tinggal yang lebih nyaman bagi semua. (zd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *