Sidoarjo, 7 Agustus 2025 – Sebanyak 222 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Sukodono mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama. Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, di mana sesi pertama telah dilaksanakan pada Rabu (6/8), dan sesi kedua pada Kamis (7/8) di MI At Taqwa Kebonagung, Sukodono, menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I, sebagai pemateri dan pemberi arahan.

Hadir pula dalam kegiatan ini Narasumber Pengawas Madrasah Nur Hidayati, M.Pd., Ketua KKM MI Sukodono Suharsono, M.Pd., serta Kepala MI At Taqwa, Drs. Khoirul Asnam.
Dalam sambutannya, Mufi Imron Rosyadi menekankan pentingnya menanamkan moderasi beragama dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di madrasah. Ia menyebut bahwa kurikulum berbasis cinta salah satunya adalah cinta kepada NKRI.

“Harapannya Bimtek ini benar-benar membawa pengaruh positif bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk menghadapi tantangan zaman. Madrasah sudah terbukti sukses, baik dari sisi prestasi maupun kepercayaan masyarakat dalam pembelajaran ilmu agama. Ciri khas ini bahkan kini mulai diadopsi sekolah umum melalui kerja sama dengan Kemenag Sidoarjo,” ungkapnya.
Ia memaparkan, saat ini lebih dari 100 sekolah umum di Sidoarjo menjalin kemitraan dengan Kemenag, mulai dari program Tahfidzul Qur’an, Tarjim, hingga kegiatan keagamaan lainnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi madrasah agar tetap berinovasi dan siap bersaing.
Lebih lanjut, Mufi Imron mengingatkan agar madrasah tidak hanya unggul di bidang agama, tetapi juga mampu mengimbangi pelajaran umum. Ia mendorong guru untuk tidak sekadar hadir dan mengajar, tetapi menjadi sosok yang kehadirannya dirindukan oleh muridnya.
“Bimtek deep learning ini harus kita songsong. Guru perlu memahami kecanggihan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, sehingga mampu mencetak peserta didik yang berpikir kritis, mendalam, dan siap menghadapi tantangan globalisasi,” tegasnya.
Kegiatan Bimtek ini membahas berbagai materi mulai dari prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, kerangka pembelajaran, praktik pembuatan modul ajar, hingga panduan kurikulum berbasis cinta. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, madrasah di Sukodono diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu agama dan berdaya saing global.
