Mengantisipasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, MIN 1 Sidoarjo mengambil langkah proaktif dengan menggelar sosialisasi bahaya mikroplastik bekerja sama dengan Ecoton Foundation. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (13/12) di aula MIN 1 Sidoarjo ini menyasar guru, peserta didik, hingga ibu-ibu penjaga di kantin sekolah.

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh di kalangan generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme seluruh peserta didik MIN 1 Sidoarjo dalam mengikuti sosialisasi dampak mikroplastik yang digelar hari ini. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan dua narasumber ahli, Bapak Prigi Arisandi dan Ibu Rafika Aprilianti, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya mikroplastik bagi kehidupan. Antusiasme peserta didik semakin membara ketika kedua nasasumber mengajak secara langsung seluruh peserta didik secara bergantian melihat mikroplastik menggunakan mikroskop.
Dalam paparannya, para narasumber menyoroti fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami darurat mikroplastik. Berdasarkan hasil penelitian, negara kita menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah sampah plastik terbanyak di dunia. Mikroplastik yang mencemari lingkungan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujar Ibu Rafika Aprilianti. “Namun, kita masih bisa mengubah situasi ini jika kita semua mulai dari hal-hal kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.”
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membawa botol minum sendiri dan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang dikemas menggunakan plastik. Peserta sosialisasi sangat antusias dengan ajakan ini. Mereka berjanji akan menerapkan kebiasaan baru tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kautsar, salah satu peserta sosialisasi, mengungkapkan, “Saya merasa tergugah untuk lebih peduli terhadap lingkungan setelah mendengarkan penjelasan para narasumber. Mulai sekarang, saya akan selalu membawa tumbler ke sekolah dan mengajak teman-teman untuk melakukan hal yang sama.”

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pembuatan poster bersama, sebagai bentuk komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik. Seluruh peserta didik dengan penuh semangat menggambar dan menuliskan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Poster-poster tersebut nantinya akan dipajang di area madrasah sebagai pengingat bagi seluruh warga madrasah akan bahaya penggunaan plastik dalam pembungkus makanan ataupun minuman.
Kepala Madrasah, Ibu Sri Utami, M.Pd, menyambut positif kegiatan ini. “Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan seluruh warga madrasah tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan dimulai dari lingkungan sekolah, kita berharap gerakan ini dapat meluas ke masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Sidoarjo ingin menjadi contoh bagi madrasah-madrasah lain dalam upaya menjaga lingkungan. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus melakukan berbagai program edukasi dan kampanye lingkungan guna mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah sampah plastik. (zd)