Inklusi Budaya Cinta Menuntut Kepedulian Nyata, Bunda Inklusi Kemenag Sidoarjo Tegaskan Komitmen Pendidikan Setara

Click to share!

Sidoarjo (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo bersinergi dengan INOVASI Jawa Timur menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Madrasah Inklusi Tahun 2026 sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang setara, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ahmad Fathoni, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sidoarjo Mudayati Mufi selaku Bunda Inklusi, para pengawas madrasah, narasumber dari UPT ABK/ULD Kabupaten Sidoarjo, serta sekitar 65 kepala madrasah penyelenggara pendidikan inklusi.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan tanpa diskriminasi. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan inklusi membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Pendidikan inklusi bukan hanya kebijakan, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Semua pihak harus bergerak bersama agar madrasah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan ramah bagi semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Sidoarjo, Mudayati Mufi, menekankan bahwa inklusi merupakan bagian dari budaya cinta yang menuntut kepedulian nyata. Ia menyampaikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan pendampingan yang layak dan tidak boleh merasa sendiri dalam proses pendidikannya.

“Inklusi adalah budaya cinta. Cinta yang diwujudkan dalam kepedulian, empati, dan pendampingan nyata agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta juga menyepakati pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Madrasah Inklusi sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan mitra pembinaan antara madrasah dengan para pemangku kepentingan terkait.

Diharapkan, melalui sosialisasi dan pembinaan ini, penyelenggaraan pendidikan inklusi di madrasah Kabupaten Sidoarjo semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang adil serta bermartabat bagi seluruh peserta didik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *