
MI Negeri 1 Sidoarjo – MIN 1 Sidoarjo kembali mengukir prestasi dalam inovasi pembelajaran, kali ini melalui aksi nyata yang membahana di pelajaran Fiqih. Dengan semangat membara, peserta didik kelas 5 sukses menciptakan dua produk minuman herbal halal yang bahan bakunya langsung dipanen dari taman madrasah mereka sendiri. Kegiatan luar biasa ini merupakan implementasi nyata dari materi makanan dan minuman halal dan haram, yang dipandu langsung oleh Ibu Tasrifah, M.Pd.
Pagi itu, suasana di MIN 1 Sidoarjo begitu semarak. Para peserta didik kelas 5 menunjukkan antusiasme yang luar biasa saat diajak terjun langsung ke taman madrasah untuk mengumpulkan dan memanen bahan baku. “Sangat seru! Kami bisa langsung petik sendiri bahan-bahannya,” ujar Falih, salah satu peserta didik, dengan wajah berbinar. Ia menambahkan, “Minuman yang kami buat ini sangat segar dan nikmat karena bahan bakunya alami langsung dari taman madrasah.”

Dua minuman herbal inovatif yang berhasil diciptakan adalah Seruni dan Wangi Nira Sereh. Penamaan “Seruni” bukan sekadar nama, melainkan sebuah doa dan singkatan bermakna: Sehatkan tubuh, Energi alami, Rempah Kunyit, Umbi dan wuluh, Nikmat alami, Indahnya kayu manis. Minuman ini memadukan khasiat kunyit, belimbing wuluh, dan kayu manis, menghasilkan energi alami dan kenikmatan tradisional.
Sementara itu, “Wangi Nira Sereh” dipilih karena minuman herbal ini didominasi aroma sereh yang kaya manfaat. Perpaduan wangi batang sereh dengan olahan nira dari gula aren dan teh menciptakan minuman herbal yang tidak hanya menyehatkan tetapi juga menyegarkan.

Proses pembuatan minuman ini bukan hanya tentang praktik, melainkan juga tentang pemahaman mendalam mengenai pengolahan makanan dan minuman halal. Seluruh peserta didik belajar langsung bagaimana mengidentifikasi bahan baku yang halal, proses pengolahannya, hingga menghasilkan produk yang aman dan bermanfaat.

Di akhir kegiatan, kebahagiaan seluruh peserta didik semakin lengkap saat mereka diajak untuk menikmati minuman herbal hasil karya mereka bersama-sama. Kegiatan ini tidak hanya berhasil menanamkan pemahaman Fiqih secara praktis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan semangat kolaborasi di antara peserta didik MIN 1 Sidoarjo. Sebuah inovasi pembelajaran yang patut diacungi jempol. (zd)