Sidoarjo (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas Pondok Pesantren Mambaul Hikam, atas kontribusinya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan karakter.
Hal ini disampaikan dalam sambutan beliau pada acara Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah, Minggu, 22 Juni 2025. Ia menyebut bahwa pesantren memiliki peran sentral dalam menjawab tantangan zaman, dengan melahirkan generasi yang seimbang antara IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan IMTAK (iman dan takwa).
“Saya sangat bersyukur dan bangga, karena pondok ini tidak hanya memberikan ilmu secara teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan. Bahkan sampai praktik rukyatul hilal,” ungkapnya.
Beliau menekankan bahwa Indonesia ke depan, khususnya menuju Indonesia Emas 2045, sangat membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak benar dan berjiwa pemimpin.
“Pendidikan karakter inilah yang menjadi ciri khas pesantren. Banyak orang pintar, tetapi kita butuh yang benar. Dan Mambaul Hikam telah menjawab tantangan itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mendorong para alumni untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan diniyah. Ia berharap mereka terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga ke tingkat profesor.
“Dari sini tidak mustahil akan lahir bupati, menteri, profesor, atau tokoh nasional lainnya. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” tambahnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa Kemenag Sidoarjo terus memperkuat sinergi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Salah satu program strategis yang sedang berjalan adalah gerakan tahfidzul Qur’an, yang telah melibatkan lebih dari 100 lembaga pendidikan umum bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Menjelang 1 Muharam 1447 H, Kemenag Sidoarjo juga akan menggelar dua kegiatan besar: Festival Muharram yang akan menghadirkan ribuan siswa SMP, SMA/SMK penghafal Al-Qur’an di Pendopo Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (28/6), serta pembacaan nadzom secara serentak oleh 6.666 siswa madrasah se-Sidoarjo melalui Zoom pada Kamis (26/6).
“Budaya menghafal Al-Qur’an harus ditingkatkan menjadi budaya memahami dan mengamalkan isi kandungannya. Harapan kami, para penghafal Qur’an juga memiliki akhlak Qur’ani,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Kepala Kemenag Sidoarjo kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengasuh, pendidik, dan keluarga besar Pondok Pesantren Mambaul Hikam.
“Semoga semua ikhtiar ini menjadi amal jariyah. Sukses untuk santri-santri kita, sukses untuk lembaga ini, dan semoga semuanya menjadi manfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” pungkasnya.