Kemenag Sidoarjo Bersinergi dengan Dinkes, DP3AKB dan Project HOPE Tingkatkan Kesehatan Perempuan melalui Bimbingan Calon Pengantin

Click to share!

Sidoarjo – Dalam upaya memperkuat kualitas layanan Bimbingan Calon Pengantin (Bimwin), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggandeng Yayasan Project HOPE Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dan DP3AKB Kabupaten Sidoarjo untuk menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Perempuan Dewasa. Kegiatan yang digelar di Aula Al Ikhlas 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (21/7/2026) tersebut diikuti oleh 50 pasangan calon pengantin atau sebanyak 100 peserta yang terdiri atas 50 laki-laki dan 50 perempuan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan calon pengantin mengenai pentingnya persiapan kesehatan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga dan kehamilan, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Manager Program Yayasan Project HOPE Indonesia, Dr. Tutut Purwanti, dalam sambutannya menekankan bahwa persiapan kehamilan sebaiknya dilakukan jauh sebelum menikah, bahkan sejak masa remaja, melalui penerapan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang baik.

Menurutnya, salah satu masalah kesehatan yang harus dicegah adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan kelelahan dan menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, stunting, hingga gangguan tumbuh kembang anak.

Selain zat besi, Dr. Tutut juga mengingatkan pentingnya konsumsi asam folat sebelum kehamilan karena berperan dalam pembentukan otak dan sistem saraf janin serta mencegah cacat tabung saraf. Ia juga mendorong seluruh calon pasangan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah, termasuk skrining infeksi menular seksual, agar penyakit dapat dideteksi dan diobati sejak dini sehingga tidak berdampak pada kesuburan, kehamilan, maupun kesehatan bayi.

Tidak kalah penting, Dr. Tutut menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian dari persiapan membangun keluarga. Calon pasangan diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, mampu mengelola stres, serta membangun hubungan yang harmonis dengan pasangan dan keluarga. Melalui persiapan yang menyeluruh tersebut diharapkan lahir keluarga yang sehat, sejahtera, dan mampu membesarkan anak secara optimal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Pengadilan Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, DP3AKB, dan Yayasan Project HOPE Indonesia.

Ia juga menyampaikan rasa bahagianya melihat antusiasme para calon pengantin yang mengikuti bimbingan serta mendoakan agar seluruh rangkaian pernikahan berjalan lancar dan setiap pasangan dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta langgeng hingga akhir hayat.

Dalam penyampaiannya, Mufi Imron Rosyadi mengungkapkan bahwa setiap pasangan memiliki kisah pertemuan yang berbeda-beda, baik melalui perjodohan, media sosial, lingkungan kerja, maupun tempat umum. Namun, seluruh perjalanan tersebut merupakan bagian dari takdir Allah SWT.

Mengacu pada Undang-Undang Perkawinan, ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan kejelasan identitas pasangan sebagai bentuk perlindungan terhadap keabsahan pernikahan serta menghindari berbagai penyimpangan yang bertentangan dengan ketentuan hukum dan agama.

Pada kesempatan yang sama, M. Khudori, S.Kom, sebagai staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo kepada seluruh calon suami agar memiliki peran aktif dalam menjaga kesehatan keluarga sejak sebelum pernikahan.

Ia menegaskan bahwa calon suami harus mendampingi calon istri saat menjalani pemeriksaan kesehatan, memastikan kebutuhan gizi pasangan terpenuhi, serta tidak bersikap pelit dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Selain itu, pasangan diharapkan mampu menciptakan lingkungan rumah tangga yang saling mendukung dengan lebih fokus pada kelebihan pasangan daripada mencari kekurangan.

M. Khudori juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi rumah tangga. Menurutnya, kabar bahagia seperti kehamilan maupun kepemilikan rumah patut dibagikan kepada keluarga, namun apabila menghadapi permasalahan rumah tangga hendaknya diselesaikan secara bijaksana di lingkungan keluarga tanpa perlu disebarluaskan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki kesiapan kesehatan fisik, mental, dan sosial sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis, sehat, serta mampu melahirkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *