Kemenag Sidoarjo Dorong Guru MI Berinovasi melalui Bimtek Modul Ajar Kokurikuler dan Pembelajaran Coding

Click to share!

SIDOARJO — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Krian menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul Ajar Kokurikuler dan Pembelajaran Coding bagi guru MI se-Kecamatan Krian. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di Kantor MWC LP Ma’arif NU Kecamatan Krian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi, Ketua KKM MI Krian Ahmad Nasrudin Najib, Pengawas Madrasah Ismi Baroroh, serta narasumber Moh. Miftah Sirojudin dan Khamim Thohari. Peserta bimtek merupakan guru-guru MI Kecamatan Krian.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Mufi Imron Rosyadi menyampaikan bahwa bimtek ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik.

“Kita dipercaya oleh orang tua untuk mendidik anak-anak mereka di madrasah. Kepercayaan itu adalah amanah yang harus kita pertahankan, sehingga ketika mereka lulus, hasil pendidikan di madrasah benar-benar sesuai dengan harapan orang tua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab mencetak generasi yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama. Menurutnya, berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, hingga penyebaran HIV, menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pendidikan karakter di madrasah.

“Guru memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan akhlakul karimah kepada peserta didik. Inilah yang menjadi kekuatan utama madrasah,” tegasnya.

Mufi juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan coding. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih antusias belajar.

“Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, misalnya melalui game interaktif maupun pemanfaatan AI. Kehadiran coding di madrasah diharapkan menjadi salah satu inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuat siswa semakin nyaman belajar,” katanya.

Selain itu, ia mendorong madrasah untuk terus membangun budaya mutu melalui lingkungan yang bersih, prestasi yang membanggakan, inovasi pembelajaran, dan motivasi belajar yang tinggi sehingga semakin dipercaya masyarakat.

“Manfaatkan dunia digital dengan sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas dan kompetensi mengajar agar eksistensi madrasah tetap terjaga dan semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Sebagaimana slogan kita, ‘Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah.’

Melalui bimtek ini, para guru diharapkan mampu menyusun modul ajar kokurikuler yang berkualitas serta mengimplementasikan pembelajaran coding secara kreatif, sehingga mampu mewujudkan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *