Sidoarjo, 12 Januari 2025 – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi dengan resmi membuka Lomba Keagamaan Hindu Utsawa Dharma Gita yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Sidoarjo. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 12 Januari 2025, bertempat di Pura Jala Siddhi Amertha Juanda Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Mufi Imron Rosyadi menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam sastra suci keagamaan Hindu dapat menjadi pedoman yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan mengamalkan ajaran dari sastra suci, kita bisa menjadi umat beragama yang baik, yang tidak hanya mendalam ilmu agama, tetapi juga memiliki sikap toleransi dan moderat terhadap sesama,” ujar Mufi Imron.
Lebih lanjut, Mufi Imron menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam lomba Utsawa Dharma Gita tahun ini, yaitu “Jaladi Gita Wicaksanengnaya” yang berarti “Mendalami Sastra dan Nyanyian Suci Menuju Kebijaksanaan”, sangat tepat. Tema tersebut diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk lebih memahami dan menghayati nilai-nilai esensial yang terkandung dalam sastra suci Hindu sebagai langkah untuk mencapai kebijaksanaan sejati.
“Melalui pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai tersebut, kita dapat mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tambah Mufi Imron.

Di akhir sambutannya, Mufi Imron berharap agar lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat ajaran agama Hindu dan sebagai bentuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widdhi Wasa. “Selamat melaksanakan lomba, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, sportif, penuh suka cita, dan menghasilkan generasi muda Hindu yang bijaksana. Kami juga berharap para peserta tidak hanya berlatih untuk lomba ini, tetapi juga mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Mufi Imron.
Lomba Utsawa Dharma Gita ini melibatkan peserta dari berbagai usia, mulai dari pelajar hingga remaja, dengan berbagai kategori perlombaan yang meliputi pembacaan dan penghayatan sastra suci Hindu. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar umat Hindu serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter, beriman, dan berbudaya.
