Khitobah Rutin Rabu Pagi: Pelajar MTsN 4 Sidoarjo Tampil Percaya Diri, Angkat Pesan tentang Ilmu, Keselamatan, dan Kedamaian

Click to share!

SIDOARJO – Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di MTs Negeri 4 Sidoarjo pada Rabu pagi, 30 September 2026. Usai melaksanakan sholat dhuha berjamaah, seluruh warga madrasah berkumpul mengikuti kegiatan khitobah (pidato) rutin yang diselenggarakan setiap hari Rabu. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada teman-temannya.

Pada pekan ini, giliran perwakilan kelas 9H yang tampil, yakni Azka Izzam Yuliandinar dan Headi Kinarya. Sementara itu, penampilan perwakilan kelas 9G dan 9E telah dilaksanakan secara berurutan pada hari Selasa dan Rabu di pekan sebelumnya. Jadwal tersebut bergeser karena bersamaan dengan kegiatan madrasah lain yang tidak dapat digantikan.

Sambutan Pembina

Dalam sambutannya, Aisatul Mufarrohah, S.Pd.I menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah tampil. Menurutnya, khitobah bukan sekadar latihan berpidato, tetapi juga sarana pembentukan karakter.

“Khitobah ini kami jadwalkan rutin setiap Rabu agar anak-anak terbiasa berani, tertib menyusun gagasan, dan menyampaikan kebaikan dengan santun. Yang tampil hari ini bukan hanya berlatih bicara, tetapi juga sedang belajar mengamalkan isi pidatonya,” ujarnya.

Beliau juga berpesan agar siswa yang belum mendapat giliran mempersiapkan diri sebaik mungkin dan menjadikan penampilan teman-temannya sebagai motivasi.

Kelas 9H: Iman dan Ilmu Mengangkat Derajat

Azka Izzam Yuliandinar dan Headi Kinarya menyampaikan pidato bertema pentingnya mencari ilmu. Keduanya menegaskan bahwa Allah SWT mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. Mereka juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Para siswa diajak bersungguh-sungguh belajar, menghormati guru, dan pantang menyerah dalam menuntut ilmu.

Iman dan ilmu adalah bekal utama meraih kemuliaan di sisi Allah. Karena menuntut ilmu wajib bagi seluruh muslim tanpa membedakan jenis kelamin, belajar hendaknya dijadikan ibadah yang dijalani dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Kelas 9 G: Tolak Bullying, Rawat Kedamaian

Dari kelas 9G, dua siswa terbaik tampil memukau. Tri Aditya 9 G menyampaikan pidato bertema bahaya bullying dan pentingnya saling menghargai. Ia mengingatkan bahwa perundungan, baik fisik maupun verbal, dapat melukai perasaan dan meruntuhkan kepercayaan diri korban.

Ridwan Habibi kemudian mengangkat tema Islam mengajarkan kedamaian di tengah perbedaan. Ia menjelaskan bahwa perbedaan adalah sunnatullah yang harus disikapi dengan toleransi dan saling menghormati, bukan permusuhan

Kelas 9 F : Tolak Bullying, Pentingnya berilmu

Riska Tsani Liziah kelas 9 F juga menyampaikan hal yang sama tentang dampak negatif dari perbuatan bullying dikalangan remaja. Riska menegaskan bahwa Bullying adalah perbuatan tercela yang wajib dijauhi karena Islam mengajarkan agar setiap orang dihargai dan dimuliakan. Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan hidup rukun

Latisya Qoonitah Putri Saniyah kelas 9 F menegaskan bahwa orang yang ingin mendapatkan sesuatu harus mempunyai ilmu, karenanya dia mengajak untuk terus menuntut ilmu sampai menutup mata, selama mempunyai kesempetan kita akan terus semangat mencari ilmu dimanapun dan kapanpun

Kelas 9E: Pelajar sebagai Pelopor Keselamatan di Jalan

Razka Zelda Satya  membawakan tema peran pelajar dalam menciptakan keselamatan di jalan. Ia mengajak teman-temannya menjadi pelopor tertib berlalu lintas, mulai dari mematuhi rambu, mengenakan perlengkapan keselamatan, hingga menghormati sesama pengguna jalan.

Pidato dilanjutkan oleh Okidwi Ilham Ramadhan dengan tema pentingnya berhati-hati di jalan. Tema ini diangkat karena masih banyaknya kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya kehati-hatian pengguna jalan, khususnya di kalangan siswa MTsN 4 Sidoarjo.

Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pelajar dapat berperan aktif dengan disiplin dan berhati-hati, karena menjaga keselamatan diri dan orang lain merupakan bagian dari ajaran Islam untuk memelihara jiwa.

Kepala MTsN 4 Sidoarjo Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd.I menyampaikan harapannya agar tradisi khitobah terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik.

“Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan hari ini tidak berhenti di mimbar, tetapi benar-benar diamalkan di rumah, di jalan, dan di lingkungan madrasah. Anak-anak yang berani berbicara sekaligus berakhlak mulia adalah harapan kami bersama,” tuturnya.

Dengan terlaksananya khitobah rutin ini, MTsN 4 Sidoarjo berkomitmen terus membina generasi yang berilmu, berani, dan berakhlakul karimah. Kegiatan akan terus berlanjut setiap Rabu dengan perwakilan kelas secara bergiliran. (farah_ame)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *