Kisah Inspiratif dari Sidoarjo: Tukang Tambal Ban dan Tukang Pijat Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menanti

Click to share!

Makkah, Arab Saudi (Humas) – Ketekunan dan kesabaran adalah kunci, begitulah kiranya pepatah yang tepat menggambarkan kisah inspiratif pasangan suami istri Mohamad (71) dan Karomi (68), warga Dusun Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Setelah penantian panjang selama berpuluh-puluh tahun, akhirnya impian mereka untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci terwujud tahun ini.

Kakek Mohamad, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang tambal ban di depan Puskesmas Waru, dan Ibu Karomi, seorang tukang pijat, adalah contoh nyata kegigihan. Mereka menabung selama 20 tahun dan menunggu selama 13 tahun dalam daftar tunggu haji. Sebuah perjalanan panjang yang berliku, namun tak pernah memadamkan semangat mereka.

Berawal dari keinginan kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasangan yang tinggal di Tropodo 1 gang Masjid RT 99 RW 2 ini tak pernah lelah menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan mereka. Meski dengan pekerjaan yang sederhana, mereka percaya bahwa setiap rezeki yang halal akan membawa berkah.

“Sejak awal memang kami berdua berkeinginan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu,” ujar Kakek Mohamad dengan mata berbinar sebelum keberangkatan.

Kisah mereka semakin menyentuh hati karena di awal perjuangan, mereka bahkan sempat meminjam dana talangan untuk bisa mendaftar. Ini menunjukkan betapa besar tekad dan keyakinan mereka untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Saat ini, Kakek Mohamad dan Ibu Karomi sedang dalam perjalanan menuju Baitullah, tergabung dalam kloter 57 SUB. Kisah mereka menjadi motivasi bagi banyak orang bahwa dengan niat yang tulus, kerja keras, dan kesabaran, setiap impian, seberat apa pun tantangannya, pasti bisa terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *