Sidoarjo – Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H. Moh. Sholehuddin M.Ag menyampaikan kultum tentang Empat Pilar Kehidupan Dunia setelah jama’ah sholat Dhuhur di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Sidoarjo pada tanggal 25 Februari 2026 yang berlangsung khidmat. Kultum ini menekankan pentingnya fondasi moral dan spiritual sebagai penopang terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tenteram.
قوام الدنيا بأربعة أشياء. أولها بعلم العلماء والثانى بعدل الأمراء والثالث بسخاوةالأغنياء والرابع بدعوة الفقراء
“Dunia dibangun dengan empat perkara, yang pertama adalah dengan ilmunya ulama, yang kedua dengan adilnya penguasa, yang ketiga dengan kedermawanan orang-orang kaya dan keempat dengan doanya para fakir miskin.”
Dalam penyampaiannya, Kasi PD Pontren menjelaskan bahwa pilar pertama adalah cendekiawan atau para ulama. Ilmu para ulama diibaratkan seperti lampu penerang yang memberikan cahaya dan petunjuk bagi umat. Dengan ilmu tersebut, masyarakat dapat dibimbing menuju pemahaman agama yang benar, moderat, dan menyejukkan, sehingga terhindar dari kesesatan serta perpecahan.
Pilar kedua adalah pemimpin yang adil. Seorang pemimpin yang menegakkan keadilan akan menjadi pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Keadilan pemimpin menjadi kunci terciptanya stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pilar ketiga, lanjutnya, adalah kedermawanan orang kaya. Kekayaan yang disertai kepedulian sosial akan melahirkan keseimbangan dan solidaritas di tengah masyarakat. Melalui zakat, infaq, dan sedekah, orang-orang yang memiliki kelebihan harta dapat membantu meringankan beban sesama, sekaligus memperkuat ukhuwah dan keadilan sosial.
Adapun pilar keempat adalah doa kaum fuqoro dan orang-orang lemah, termasuk mereka yang memiliki kepribadian baik dan sedang berjuang mencari jati diri. Doa mereka yang tulus, penuh keikhlasan, dan lahir dari kesabaran memiliki kekuatan spiritual yang besar dalam menjaga keberkahan dan keselamatan suatu negeri.
ولولا علم العلماء لهلك الجاهلون ولولا سخاوة الأغنياء لهلك الفقراء ولولا دعاء الفقراء لهلك الأغنياء ولو لا عدل الأمراء لأكل بعض الناسبعضا كما ياءكل الذئب الغنم
”Seandainya tidak ada ilmunya ulama maka celaka orang-orang bodoh dan jika tidak ada kedermawanan orang kaya maka celaka orang-orang fakir miskin dan jika tidak ada doanya orang fakir miskin maka celaka orang-orang kaya dan jika tidak ada keadilan pemimpin maka sebagian manusia akan memangsa sebagian manusia yang lain bagaikan serigala yang memangsa kambing.”
Kasi PD Pontren menegaskan bahwa apabila keempat unsur tersebut hadir dan berjalan seimbang, maka sebuah negeri akan berada dalam kondisi aman dan tenteram. Oleh karena itu, Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menyiapkan dan merintis generasi yang kelak menjadi bagian dari empat pilar tersebut.
“Kita di Kementerian Agama dapat dan harus berkontribusi dalam menyiapkan empat pilar ini. Melalui pendidikan, pembinaan, serta keteladanan, setiap perilaku, perbuatan, dan motivasi kerja kita diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, adil, dermawan, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menutup kultumnya dengan mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa meluruskan niat dengan tulus dalam setiap pengabdian. Dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, setiap langkah kecil yang dilakukan diyakini akan bernilai ibadah dan memberikan dampak besar bagi kemaslahatan umat dan bangsa.