Langkah Nyata Calon Guru: Mahasiswa MBKM UINSA Mulai Tuntaskan Praktik Mengajar

Click to share!

Sidoarjo — Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) terus menunjukkan progres yang signifikan di MTsN 4 Sidoarjo. Memasuki pekan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) telah mulai melaksanakan praktik mengajar hingga mencapai 75% dari keseluruhan target yang direncanakan.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa MBKM mendapatkan kesempatan mengajar mata pelajaran Bahasa Arab dengan bimbingan guru pamong, Ibu Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, S.Ag. Praktik pembelajaran ini dilaksanakan di beberapa kelas yang diampu, yakni kelas VII-E, VII-F, VII-G, VII-H, dan VII-I.

Materi yang diajarkan pada tahap 75% ini berfokus pada tema “البيت” (rumah), sementara untuk target 100% nantinya mahasiswa akan menyampaikan materi lanjutan yaitu “يومياتنا الأسرة” (kegiatan sehari-hari keluarga). Pembelajaran dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok, tanya jawab, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik.

Proses pembimbingan terhadap mahasiswa dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, hingga pelaksanaan di dalam kelas, seluruhnya didampingi secara langsung oleh guru pamong. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan percaya diri saat mengajar di hadapan siswa.

“Alhamdulillah beberapa mahasiswa PBA minggu ini sudah melaksanakan praktik mengajar 75%,” ungkap guru pamong.

Beliau juga menambahkan bahwa pendampingan akan terus dilakukan hingga mahasiswa benar-benar siap menjadi calon pendidik profesional.

Diharapkan, target praktik mengajar 100% dapat tercapai pada awal bulan Mei mendatang. Meskipun terdapat berbagai agenda madrasah yang cukup padat, pihak madrasah tetap optimis bahwa seluruh mahasiswa MBKM dapat menyelesaikan programnya dengan baik dan maksimal sebelum masa kegiatan berakhir di MTsN 4 Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mencetak calon guru yang kompeten, profesional, serta siap terjun langsung di dunia pendidikan. (farah_ame)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *