SIDOARJO – Selasa, 2 Juni 2026, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan pendampingan dan sosialisasi intensif di MTsN 4 Sidoarjo. Langkah strategis ini diambil menyusul keberhasilan madrasah tersebut dalam meraih penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2025, sekaligus sebagai persiapan matang menuju tahapan tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) MTsN 4 Sidoarjo ini dihadiri oleh tim ahli dari DLHK Sidoarjo, kepala madrasah, tim Adiwiyata internal dan koordinator tim Adiwiyata. Atmosfer semangat pelestarian lingkungan begitu terasa sepanjang acara, menandai komitmen besar seluruh warga madrasah untuk meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, perwakilan tim DLHK Sidoarjo mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh MTsN 4 Sidoarjo. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa tantangan menuju Adiwiyata Mandiri membutuhkan komitmen yang jauh lebih besar dan inovatif.
Tim DLHK menjelaskan secara rinci indikator-indikator krusial yang harus dipenuhi untuk meraih predikat Adiwiyata Mandiri. Berbeda dengan Adiwiyata Nasional yang berfokus pada internal sekolah, Adiwiyata Mandiri menuntut madrasah untuk memiliki dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan di luar lingkungan mereka sendiri.
“Adiwiyata Mandiri bukan lagi sekadar tentang kebersihan sekolah kita sendiri, melainkan bagaimana kita mampu menginspirasi, melatih, dan menularkan budaya peduli lingkungan ini ke sekolah-sekolah lain di sekitar kita,” ujar salah satu pemateri dari DLHK Sidoarjo.
DLHK juga menekankan pentingnya penguatan gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah) yang terintegrasi langsung ke dalam kurikulum pembelajaran, manajemen sekolah, serta pembiasaan karakter sehari-hari bagi para siswa.

Sebagai salah satu syarat utama menuju Adiwiyata Mandiri, MTsN 4 Sidoarjo secara resmi telah mengemban amanah sebagai sekolah pembina atau sekolah imbas. Saat ini, terdapat dua institusi pendidikan yang berada di bawah bimbingan langsung MTsN 4 Sidoarjo, yaitu: MTsN 3 Sidoarjo dan MI KH Mukmin Sidoarjo
Dalam forum tersebut, dipaparkan bagaimana MTsN 4 Sidoarjo harus mendampingi kedua sekolah imbas ini untuk menyusun program lingkungan, mengelola sampah secara mandiri, hingga membantu mereka meraih predikat Adiwiyata di tingkat kabupaten atau provinsi. Kehadiran perwakilan dari MTsN 3 dan MI KH Mukmin dalam kegiatan ini menegaskan sinergi dan kolaborasi yang solid antar-lembaga pendidikan di Sidoarjo.
Selain memberikan motivasi, tim DLHK Sidoarjo juga membuka sesi bedah instrumen dan evaluasi dokumen. Ada beberapa poin penting yang menjadi sorotan dan harus dipersiapkan secara matang oleh tim Adiwiyata MTsN 4 Sidoarjo:
- Inovasi Pengelolaan Lingkungan: Pengembangan program unggulan seperti pemanfaatan eco-enzyme, pembuatan kompos digital, penghematan energi (air dan listrik), hingga optimalisasi hutan sekolah.
- Kemitraan yang Luas: Memperkuat jejaring kerja sama tidak hanya dengan DLHK, tetapi juga dengan puskesmas, media massa, LSM lingkungan, dan masyarakat sekitar.
- Bukti Fisik Pendampingan: Menyusun dokumentasi, laporan, dan evaluasi berkala yang membuktikan bahwa MTsN 4 Sidoarjo aktif melakukan pembinaan ke sekolah imbas mereka (MTsN 3 dan MI KH Mukmin).
Kepala MTsN 4 Sidoarjo menyambut baik pengarahan dan pendampingan dari DLHK ini. Pihak madrasah menyatakan siap bergerak cepat membentuk pokja-pokja baru dan menyusun linimasa kerja agar target Adiwiyata Mandiri dapat tercapai tepat waktu.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara DLHK Sidoarjo, MTsN 4 Sidoarjo, serta sekolah-sekolah imbas, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik utama bagi terciptanya generasi muda Sidoarjo yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup. (farah_ame)