SIDOARJO — MTsN 4 Sidoarjo terus bertransformasi dalam membina karakter dan potensi para siswanya. Pada Rabu (12/8/2026), madrasah ini meresmikan program rutinitas baru setelah pelaksanaan sholat dhuha berjamaah dan pembacaan Qur’an Surah Al-Mulk setiap hari Rabu pagi, yaitu latihan khitobah (pidato keagamaan) terjadwal di hadapan seluruh civitas akademika madrasah.
Kegiatan rutin ini diselenggarakan di Masjid Al-Hikmah dan diikuti secara khidmat oleh seluruh siswa, guru, serta staf pengajar. Pada penampilan perdana program ini, kelas 9A mendapatkan kehormatan sebagai pembuka yang diwakili oleh dua siswi yang luar biasa, yakni Helfira Dwi Yasinta dan Iftitah Zalfa Annafisa.

Penampilan Perdana: Pesan Moral dan Keteladanan Rasulullah SAW
Dalam sesi penampilan pertama tersebut, kedua siswi kelas 9A tampil penuh percaya diri menyuarakan pesan-pesan kebaikan:
- Helfira Dwi Yasinta membawakan pidato bertajuk “Isu Kenakalan Remaja dan Langkah Pencegahannya”. Dalam orasinya, Nabila menyoroti dinamika pergaulan anak muda masa kini serta memberikan solusi konkret berupa penguatan benteng iman, pemilihan lingkaran pertemanan yang positif, serta pentingnya pengawasan diri agar terhindar dari perilaku menyimpang.
- Iftitah Zalfa Annafisa tampil memukau dengan penyampaian yang lantang dan tegas saat membawakan materi “Nabi Muhammad SAW Sebagai Tauladan Utama Umat”. Iftitah mengajak seluruh rekannya untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, mulai dari kejujuran, keteguhan hati, hingga kasih sayang kepada sesama sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Para siswa yang memadati area pelaksanaan kegiatan tampak mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh kedua pembicara dengan penuh perhatian dan rasa hormat.
Wadah Melatih Kepemimpinan dan Syiar Dakwah
Pihak Humas MTsN 4 Sidoarjo menjelaskan bahwa program pembiasaan khitobah terjadwal ini dirancang secara sistematis untuk memberikan ruang ekspresi dan wadah pembelajaran langsung bagi para siswa.
“Tujuan utama dari perpaduan pembiasaan sholat dhuha, membaca Surah Al-Mulk, dan dilanjutkan dengan khitobah ini adalah untuk melatih keberanian siswa dalam public speaking atau berbicara di depan publik. Selain itu, kami ingin membekali mereka keterampilan mendakwahkan amar ma’ruf nahi munkar, mendalami ajaran agama, hingga nantinya siap mempraktikkan ilmu tersebut di lingkungan masyarakat,” ungkap Aisatul Mufarrohah Humas MTsN 4 Sidoarjo.
Komitmen Berkelanjutan Madrasah
Program khitobah ini akan terus bergulir secara rutin setiap hari Rabu dengan menjadwal perwakilan dari kelas-kelas lainnya secara bergiliran. Melalui integrasi antara ibadah ritual (sholat dhuha dan tadarus) serta penguatan soft skill (berpidato), MTsN 4 Sidoarjo optimis mampu mencetak generasi muslim yang berakhlak mulia, cerdas, berani, dan berwawasan luas. (farah_ame)