MI Negeri 1 Sidoarjo – Tawa riuh dan sorak sorai menggema, bukan karena pelajaran biasa, melainkan karena sebuah perhelatan akbar yang menghidupkan kembali jiwa budaya Jawa Timur yang nyaris terlupakan. Dalam sebuah kolaborasi epik, pada hari Jum’at (22/8) MIN 1 Sidoarjo bersama Komunitas Kabut Malam dan Karang Taruna Banjarkemantren menggelar acara “Ludruk Goes to School”, sebuah inisiatif revolusioner untuk menanamkan kecintaan pada seni tradisi.

Lebih dari 85 peserta didik dan guru pendamping menjadi saksi hidup bagaimana kekayaan budaya nusantara, khususnya Ludruk, kembali bersemi di tengah modernisasi. Bintang utama acara ini tak lain dan tak bukan adalah duet maut dari LUNTAS (Ludruk Nom-noman Tjap Arek Suroboyo), Cak Robert dan Cak Ipul. Dengan karisma dan lawakan khas mereka, keduanya berhasil menyulap suasana formal menjadi panggung pertunjukan yang hidup serts penuh canda, seketika aula mini MIN 1 Sidoarjo hari ini pecah.
Acara ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah misi mulia. Para peserta didik diajak menyelami lebih dalam seni Ludruk, mulai dari sejarahnya hingga berbagai jenis kidungan dalam kesenian ludruk. Setiap penjelasan dari Cak Robert dan Cak Ipul disajikan dengan gaya yang ringan namun sarat makna, memastikan setiap materi terserap sempurna.
Puncak acara tiba saat Cak Robert dan Cak Ipul menampilkan pertunjukan Ludruk secara langsung. Duet fenomenal ini sukses memecah tawa seluruh hadirin dengan sketsa komedi yang cerdas dan jenaka, membuktikan bahwa Ludruk tidak hanya relevan, tetapi juga mampu mengikat hati generasi muda.

Kegiatan “Ludruk Goes to School” ini lebih dari sekadar pentas seni. Ini adalah sebuah penegasan bahwa identitas bangsa harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus. Dengan semangat yang membara, MIN 1 Sidoarjo dan seluruh pihak yang terlibat telah menorehkan sejarah baru, membuktikan bahwa di tangan anak-anak bangsa yang tepat, budaya Jawa Timuran akan terus hidup, jaya, dan takkan pernah lekang oleh waktu. (zd)