MTs Negeri 2 Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1454 Hijriah, MTsN 2 Sidoarjo menyelenggarakan acara istimewa yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB dengan pelaksanaan sholat dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru.
Setelahnya, para siswa kembali ke kelas untuk bersiap mengikuti rangkaian acara inti. Tepat pukul 07.30 WIB, seluruh siswa berkumpul rapi di lapangan sekolah. Acara dibuka dengan penampilan Banjarian As-Shofa yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Hidayat dan Amar Muzaky. Vokal utama dibawakan oleh Ziya Sa’adatul Hayat dari kelas 8H.
Penampilan banjari selesai pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan ceramah hikmah Maulid Nabi oleh KH. Imam Muhajir, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Mojosari Mojokerto. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan kisah kelahiran Rasulullah SAW serta menekankan pentingnya menyapa guru dengan salam dan bersalaman sebagai bentuk adab.
Puncak acara berlangsung pukul 10.00 WIB, ketika seluruh siswa mengambil jajan/snack yang telah digantung di tiang-tiang lapangan. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa sebagai bentuk kegembiraan menyambut hari kelahiran Rasulullah SAW.Usai kegiatan, para guru dan ustaz BTQ berfoto bersama sebagai penutup kebersamaan dalam memperingati Maulid. Siswa kemudian diarahkan kembali ke kelas masing-masing untuk persiapan pulang pukul 10.30 WIB.Dalam wawancara eksklusif dengan ekstra jurnalis madrasah, KH. Imam Muhajir berbagi kisah perjalanan hidupnya. Beliau menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah Negeri Surabaya. Ia menjadikan dakwah sebagai media mendidik masyarakat dengan pendekatan yang ringan namun bermakna.
Beliau menyebutkan bahwa tokoh yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah KH. Hasyim Asy’ari. Menurutnya, Maulid Nabi adalah momen penting untuk memuliakan kelahiran Rasulullah dan meneladani empat sifat utama beliau: Shidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.Plt Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Bapak Ach. Syaifullah, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Maulid Nabi merupakan simbol kebahagiaan umat atas kelahiran pembawa risalah Islam. “Maulid adalah Nabi SAW. Wajib bagi kita untuk bergembira karena telah mendapatkan nikmat Islam,” ujarnya.

Pesan Plt Kepala MTsN 2 Sidoarjo:“Maulid Nabi adalah momentum istimewa yang menunjukkan rasa cinta dan syukur kita atas kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Kebahagiaan atas lahirnya Nabi bukan hanya dirayakan secara seremonial, namun harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam meneladani akhlak beliau.Rasulullah adalah sosok yang paling mulia, maka barang siapa yang disebut namanya tetapi tidak bershalawat kepadanya, sungguh ia telah merugi. ‘Man dzukira ismuhu wa lam yushalli ‘alayya, dakhala an-naar’ — Barang siapa disebut namaku, namun tidak bershalawat kepadaku, maka ia akan masuk neraka. Oleh karena itu, biasakanlah bershalawat setiap kali nama Rasulullah disebut. Achmad Saifullah juga ingin mengingatkan pentingnya adab, terutama antara guru dan murid. Tidak elok apabila guru berharap ditawadui, namun jika siswa tidak bersikap tawaddu’, maka anfa’ ilmu akan menjadi sia-sia dan doa guru mustajab setelah doa orang tua. Semoga peringatan Maulid Nabi ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar MTsN 2 Sidoarjo, memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, dan menjadi pengingat agar kita terus meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan.
Kegiatan tersebut berakhir dengan pengumuman siswa berprestasi dan perebutan jajanan yang bergelantungan di sepanjang tenda maulid nabi. Menurut Jarvicha 9H, “acara yang saya nantikan setelah melantunkan diba’ yaitu bersiap-siap meraih jajan yang ada diatas kepala saya”. Tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat di sejumlah desa yang meriah. Dalam rangka Maulid Nabi, anak-anak tampak antusias berebut jajan yang digantung di sepanjang tenda. Sebelumnya, mereka telah membawa aneka kue dan buah yang dikemas rapi untuk kemudian diserahkan kepada panitia dan dibagikan kembali secara merata kepada para siswa. Kegiatan ini dimaknai sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad, sekaligus menghadirkan sajian yang sehat dan menyegarkan, ujar Izza Nazalia salah satu panitia.