Sidoarjo – Kemeriahan perayaan Bulan Bahasa 2026 di MIN 1 Sidoarjo masih terus berlanjut dengan suguhan yang tak kalah memukau. Pada Kamis (29/10), halaman madrasah disulap menjadi panggung teater terbuka yang menampilkan kreativitas akting luar biasa dari para peserta didik. Mengusung tema drama sebagai fokus utama, perhelatan kali ini terasa sangat istimewa karena memadukan kekayaan cerita Nusantara dengan wawasan global melalui penggunaan dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Suasana halaman MIN 1 Sidoarjo tampak semarak dipadati oleh sorak sorai dukungan penonton yang terhipnotis oleh totalitas akting para siswa. Panggung teater memukau dari siswa kelas VI yang mengangkat tema cerita rakyat atau legenda Indonesia. Pemilihan bahasa Indonesia dalam segmen ini didasari oleh pertimbangan edukatif, agar nilai-nilai moral dan kearifan lokal dari berbagai daerah di Nusantara semakin lekat di hati anak-anak.
Penampilan para siswa kelas VI ini sungguh luar biasa total. Mulai dari detail kostum tradisional yang apik, makeup karakter yang mendukung, hingga properti panggung yang dipersiapkan secara matang, berhasil menghidupkan kembali kisah-kisah legenda Indonesia di atas panggung. Dengan penuh percaya diri, mereka membawakan dialog demi dialog dengan penjiwaan yang mendalam, mengundang decak kagum dari seluruh guru dan teman-teman yang menyaksikannya.

Tidak kalah menarik, panggung Bulan Bahasa hari itu juga diramaikan oleh penampilan siswa kelas IV yang unjuk gigi melalui pementasan drama fabel (cerita hewan). Yang membuat penonton terpukau, seluruh dialog dalam pementasan fabel ini dibawakan menggunakan Bahasa Inggris.
Meskipun masih duduk di bangku kelas IV, para siswa tampil sangat percaya diri mengenakan kostum hewan yang warna-warni dan menggemaskan. Properti pendukung yang kreatif semakin mempercantik aksi panggung mereka. Hebatnya lagi, pelafalan kata (pronunciation) dalam bahasa Inggris yang diucapkan para siswa terdengar sangat jelas dan tertata rapi, membuktikan keberhasilan pembiasaan bahasa asing di lingkungan madrasah.
Keputusan panitia untuk memvariasikan penggunaan bahasa memadukan Bahasa Indonesia untuk melestarikan identitas budaya lewat legenda, serta Bahasa Inggris untuk pementasan fabel bukanlah tanpa tujuan. Pemilihan Bahasa Inggris dalam perhelatan Bulan Bahasa 2026 ini dirancang khusus sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi global siswa sejak usia dini.
Melalui panggung drama dwibahasa ini, MIN 1 Sidoarjo tidak hanya sukses mengasah kreativitas seni peran dan keberanian tampil di depan umum, tetapi juga membekali generasi mudanya dengan keterampilan komunikasi global yang kokoh. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak bibit-bibit unggul yang siap menyongsong masa depan gemilang demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (zd)