
Sidoarjo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan publik meskipun sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalankan tugas secara kedinasan dari rumah atau Work From Home (WFH).
Langkah ini ditegaskan melalui koordinasi intensif yang digelar rutin setiap hari Jumat via Zoom Meeting. Sesuai dengan Surat Edaran Perintah yang berlaku, agenda mingguan ini difungsikan sebagai media monitoring untuk mengecek kehadiran sekaligus mengevaluasi capaian kinerja para ASN yang sedPlh. Kasubag Tata Usaha (TU) Kemenag Sidoarjo, Imam Mukizali, menegaskan bahwa sistem kerja fleksibel tidak boleh mengendurkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
”Walaupun diberlakukan sistem WFH, kami pastikan pelayanan di lingkungan Kemenag Sidoarjo tetap berjalan normal sebagaimana mestinya. Tidak ada pelayanan yang tertunda,” ujar Imam saat memberikan arahan.
Untuk menjaga roda pelayanan di kantor tetap optimal, Imam juga menginstruksikan kebijakan pembagian kerja yang proporsional. Ia meminta agar setiap ruang kerja atau satuan kerja (satker) wajib diisi oleh pegawai yang bertugas di kantor.
”Diharapkan di masing-masing ruangan minimal ada 2 orang pegawai yang melaksanakan Work From Office
(WFO), sehingga masyarakat yang datang langsung tetap terlayani dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan monitoring daring yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, di antaranya sejumlah Kepala Seksi (Kasi), Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta perwakilan dari Penyelenggara Agama Kristen dan Katolik. Selain itu, para ASN yang sedang melaksanakan WFO di kantor juga turut bergabung dalam ruang pertemuan virtual tersebut.
Melalui pengawasan digital yang ketat ini, Kemenag Sidoarjo berharap seluruh ASN tetap akuntabel dalam melaporkan hasil kerjanya, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan pada masyarakat Sidoarjo
