Sidoarjo — MTs Hasyim Asy’ari Sukodono menggelar Pelatihan Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran yang diikuti oleh para guru MTs dan MA Hasyim Asy’ari Sukodono pada Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, H. Mufi Imron Rosyadi, dan dihadiri Pengawas Madrasah Drs. Nuril Huda, Kepala MTs Hasyim Asy’ari Umi Istianah, S.Pd.I, serta narasumber dari BDK Surabaya Makmun Hidayat.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo menegaskan pentingnya peran guru dalam memperkuat moderasi beragama di kalangan siswa melalui penerapan kurikulum berbasis cinta. Menurutnya, nilai toleransi, anti kekerasan, dan komitmen kebangsaan harus ditanamkan sejak dini kepada para murid agar moderasi beragama dapat diterapkan secara nyata di madrasah.

“Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter peserta didik. Kurikulum berbasis cinta diharapkan mampu meningkatkan kerukunan, menumbuhkan cinta kemanusiaan, memperkuat ekoteologi, serta mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dunia digital harus berjalan seiring dengan proses pendidikan di madrasah. Pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan deep learning, menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. Pembelajaran diharapkan tidak lagi menakutkan bagi siswa, melainkan menarik dan menyenangkan dengan dukungan teknologi yang tepat guna.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, nilai kemanusiaan, dan moderasi beragama di lingkungan madrasah.
