Pembekalan Petugas Haji Kloter tahun 1446 H/ 2025 M oleh Kepala Kankemenag Sidoarjo

Click to share!

Kemenag Sidoarjo mengundang para petugas haji kloter yang telah mengikuti tahap seleksi dan dinyatakan lolos sebagai petugas haji yang akan bertugas pada musim haji tahun 1446 H / 2025 M.
Sedikitnya 15 petugas haji terdiri dari 7 ketua kloter TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan 8 pembimbing kloter TPIHI (Tim Pembina Ibadah Haji Indonesia) hadir mengikuti pembekalan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Februari 2025 di Aula Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT).

Dalam kegiatan tersebut, Mufi menekankan empat hal utama yang harus menjadi perhatian para petugas haji, berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya, yaitu dalam sambutannya, “Ada 4 layanan baru yang harus menjadi perhatian khusus oleh para petugas haji karena sudah dilakukan di musim haji tahun lalu, dan tahun ini harus menjadi perhatian.” ujarnya.

4 layanan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Penerapan Konsep OSS (One Stop Service) adalah sistem layanan terpadu bagi jamaah haji yang mencakup pelayanan akomodasi, transportasi, dan bantuan medis dengan lebih efisien dan efektif. Dalam artian bahwa seluruh proses pelayanan bagi jemaah haji dilakukan di dalam area Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Pelayanan ini melibatkan tiga tahap penting, yakni proses bea cukai, imigrasi, dan karantina. Dengan adanya CIQ di AHES, diharapkan jemaah haji dapat melalui proses administrasi dengan cepat dan mudah, sehingga waktu mereka di embarkasi dapat dioptimalkan.
  2. Fast Track atau Mecca Route baru diterapkan di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada musim haji tahun 2024 lalu. Melalui layanan fast track ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre di bandara kedatangan Arab Saudi untuk dilakukan pengecekan oleh petugas imigrasi. Sehingga bisa langsung menuju hotel penginapan.
  3. Skema Murur yang juga diterapkan mulai musim haji tahun 2024 lalu telah berhasil mempercepat proses mobilisasi jemaah dari Muzdalifah ke Mina hingga selesai pada pukul 07.37 waktu Arab Saudi. Lebih dari 50ribu jemaah haji Indonesia yang mengikuti skema ini dan itu berhasil mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah.
  4. Tanazul mungkin juga akan diterapkan pada musim haji tahun 2025 ini. Konsepnya mereka akan menginap pada malam hari di area terdekat jamarat (tempat lontar jumrah) hingga mencukupi waktu mabit. Setelah itu, mereka kembali ke hotel untuk istirahat. Ini rencana akan diterapkan bagi jemaah yang hotelnya di dekat jamarat

Pembekalan Petugas Haji tahun 1446 H/2025 M ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dengan berakhirnya acara pembekalan ini, diharapkan para petugas haji dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *