Sidoarjo, 11 November 2024 – Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo menggelar acara pembinaan dan penguatan FKG, KKG, MGMP, serta penandatanganan MoU Program Tahfidz pada hari Senin, 11 November 2024, bertempat di Aula Al-Ikhlas 1. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, Kepala Seksi PAIS, Imam Mukhozali, Pengawas, Ketua Pokjawas PAIS, Kepala Sekolah, serta para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai lembaga pendidikan di Sidoarjo.

Acara dibuka dengan pembacaan doa dan sambutan dari Kepala Seksi PAIS, Imam Mukhozali, yang mengungkapkan pentingnya penguatan kompetensi guru PAI melalui program-program seperti FKG, KKG, dan MGMP. Dalam sambutannya, Imam Mukhozali menyampaikan bahwa program-program ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas guru PAIS dan profesionalitas mereka dalam mengajarkan pendidikan agama Islam.
Sebagai salah satu program unggulan PAIS, Imam Mukhozali juga menyampaikan bahwa program tahfidz berbasis sistem informasi menjadi salah satu pencapaian penting. “Program tahfidz ini sudah berjalan lebih dari satu setengah tahun dan telah melibatkan lebih dari 80 lembaga pendidikan di Sidoarjo. Melalui program ini, kami telah menerbitkan sertifikat uji tahfidz bagi siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an, yang tentunya juga menjadi prestasi tersendiri bagi mereka,” ujarnya. Selain itu, program tahfidz ini juga dibuka sebagai salah satu jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini dan diharapkan dapat berkembang ke depannya.

Imam Mukhozali juga menambahkan bahwa di PAIS saat ini sedang dilaksanakan Program PAIS Berkarakter yang mencakup kegiatan Sekolah Moderasi Beragama (SMB) dan School Religious Culture (SRC). Program ini bertujuan untuk memperkuat budaya Islam di sekolah-sekolah dan mengajarkan karakter kepada siswa dengan cara yang menyenangkan
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara lembaga pendidikan dan Kemenag Sidoarjo terkait Program Tahfidz. Enam sekolah yang terlibat dalam penandatanganan MoU tersebut, antara lain: SDN Bluru Kidul 1, SDN Plumbungan Sukodono, SMPN 1 Sedati, SMPN 1 Waru, SMP Buana Waru, dan SMA Tanada Waru. Proses penandatanganan dimulai dengan perwakilan dari sekolah yang kemudian diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI.

Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya peran guru PAI dalam membentuk karakter bangsa. “Guru agama memegang tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa. Melalui pendidikan agama, kita dapat mencetak generasi yang memiliki karakter yang baik dan kuat,” kata Mufi Imron.
Mufi Imron juga mengapresiasi langkah positif yang diambil dengan adanya MoU Program Tahfidz ini. Ia berharap program ini dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk turut serta dan mendorong siswa-siswa mereka agar menjadi penghafal Al-Qur’an. “Saya sangat bangga bahwa enam sekolah hari ini telah memulai MoU ini. Semoga nantinya banyak lagi siswa yang dapat menghafal Al-Qur’an dan membawa kebanggaan bagi sekolah dan guru mereka,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Mufi Imron mengingatkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam pengajaran agama agar pelajaran agama tidak terasa membosankan bagi siswa. “Guru agama diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan inspiratif, sehingga siswa tidak hanya belajar agama tetapi juga merasakan manfaatnya dalam kehidupan mereka,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen para pihak dalam mendukung program tahfidz dan penguatan pendidikan agama Islam di Sidoarjo. Dengan adanya pembinaan dan MoU ini, diharapkan kualitas pendidikan agama di sekolah-sekolah di Sidoarjo dapat semakin meningkat dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu tetapi juga berakhlak mulia.
