PEMBINAAN KEPALA MADRASAH DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS KEPEMIMPINAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2025

Click to share!

Selasa, 25 Februari 2025, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo menggelar acara pembinaan kepala madrasah sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan pada satuan pendidikan di wilayah tersebut. Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran kepala madrasah dalam memimpin dan mengelola pendidikan secara efektif, agar madrasah dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak generasi berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman.

Pembinaan tersebut dilaksanakan di Aula PLHUT Kemenag Sidoarjo, yang dihadiri oleh 55 Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 25 Koordinator Kepala Madrasah (KKM) MI se-Kabupaten Sidoarjo. Dalam acara ini, dua narasumber yang berkompeten, yakni Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Bapak Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, dan Bapak Rohmat Nasrudin, Lc. M.Ag selaku Kasubag TU Kemenag Sidoarjo, memberikan materi yang sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.

Bapak Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.EI dalam pemaparannya menyampaikan bahwa salah satu tugas penting kepala madrasah adalah melakukan visitasi kelas untuk memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan memotivasi siswa. Beliau menekankan pentingnya peran guru yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai inspirator yang dapat membuat siswa merasa senang untuk datang ke sekolah. “Kehadiran guru harus dinantikan oleh siswa, bukan malah dihindari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bapak Mufi menjelaskan bahwa dalam menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045, dan mengingat pesatnya perkembangan teknologi, siswa madrasah harus dibekali dengan keterampilan yang relevan, terutama dalam bidang bahasa asing, agar dapat bersaing di dunia global. Kepala madrasah, sebagai pemimpin di tingkat satuan pendidikan, dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah guna mempersiapkan generasi masa depan yang kompeten.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ahmad Fathoni, menguraikan tentang penerapan metode pengajaran Deep Learning yang tengah berkembang. Menurutnya, metode ini menggunakan teknologi terkini seperti coding dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa memahami bahwa ilmu yang mereka pelajari memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui Deep Learning, kita tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi dunia yang semakin digital,” jelas Ahmad Fathoni.

Dalam acara ini, juga ditekankan bahwa tugas kepala madrasah tidaklah mudah. Kepala madrasah harus mampu menjaga dan meningkatkan citra madrasah di mata masyarakat. Mereka harus mampu menunjukkan bahwa mereka bisa bekerja dengan baik, serta dapat mengembangkan jumlah siswa yang terus meningkat. Kepala madrasah juga diharapkan untuk lebih sering melakukan visitasi kelas agar bisa memastikan guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Tidak kalah penting, kepala madrasah harus dapat menyusun Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan e-Rencana Kerja Anggaran Madrasah (e-RKAM), guna mengetahui dan mengelola kebutuhan madrasah dengan lebih baik. Dengan cara ini, diharapkan madrasah dapat terus berkembang, baik dari segi kualitas pendidikan maupun manajerialnya.

Melalui acara pembinaan ini, Kemenag Sidoarjo berharap agar kepala madrasah dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka, serta memimpin madrasah dengan cara yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan peningkatan kapasitas kepemimpinan yang berkelanjutan, diharapkan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo dapat semakin maju dan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *